JawaPos.com - In-flight shopping atau penjualan produk di dalam pesawat mulai dilirik sebagai jalur pemasaran baru bagi produk lokal. Namun, hingga kini kesempatan tersebut masih dinikmati segelintir pelaku usaha.
Di tengah terbatasnya akses itu, keberhasilan salah satu UMKM binaan Pertamina Group mengklaim berhasil mencatat kontribusi penjualan hingga 59 persen di platform belanja dalam pesawat. Hal itu menjadi gambaran bahwa produk lokal sebenarnya memiliki peluang besar jika diberi akses ke pasar yang tepat.
Fenomena tersebut memperlihatkan bahwa tantangan utama UMKM bukan hanya soal kualitas produk, tetapi juga bagaimana memperoleh ruang untuk menjangkau konsumen baru. Kanal pemasaran seperti in-flight shopping dinilai mampu memperkenalkan produk lokal kepada wisatawan maupun pelaku perjalanan bisnis yang selama ini sulit dijangkau melalui penjualan konvensional.
Baca Juga: Lagi! Krista Exhibitions Group Hadirkan PRO AVL Indonesia 2026 di NICE PIK 2 Tangerang
Salah satu contohnya adalah Adabina Scarves, produsen mukena travel dan jilbab eksklusif binaan PT Perusahaan Gas Negara (PGN). Dalam tiga bulan pertama sejak dipasarkan melalui PAS Sky Shop di salah satu rute penerbangan Pelita Air, produk tersebut menyumbang sekitar 59 persen dari total penjualan produk UMKM yang tersedia di platform tersebut.
Capaian itu sekaligus menjadi indikator bahwa produk UMKM memiliki potensi bersaing ketika mendapatkan akses ke kanal distribusi yang berbeda dari biasanya. Namun, tidak semua pelaku UMKM bisa langsung masuk ke ekosistem tersebut.
Dari sekitar 20 UMKM binaan Pertamina Group yang mengikuti proses seleksi, hanya empat UMKM yang lolos kurasi untuk memasarkan produknya melalui PAS Sky Shop. Itu merupakan platform penjualan produk lokal di dalam penerbangan Pelita Air yang dikembangkan melalui kolaborasi PAS bersama UMKM binaan Pertamina Group.
Baca Juga: Wujudkan Industri Kelapa Sawit Berkelanjutan, BPDP Dorong Kesetaraan gender
Setelah beberapa bulan diperkenalkan, platform itu resmi diluncurkan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Kamis (23/7). Sebagai bagian dari peluncuran, Direktur Utama Pelita Air Faik Fahmi bersama Corporate Secretary PT Pertamina (Persero) Arya Dwi Paramita dan Vice President CSR & SMEPP Management Pertamina Rudi Ariffianto menyerahkan suvenir berisi produk UMKM kepada penumpang penerbangan IP108 rute Jakarta-Denpasar.
Corporate Secretary Pertamina Arya Dwi Paramita mengatakan program tersebut merupakan upaya membuka akses pasar yang lebih luas bagi UMKM binaan. "Alhamdulillah kami meluncurkan program kolaborasi PAS Sky Shop. Program ini memberikan akses bagi UMKM binaan yang telah lolos proses kurasi untuk memasarkan produknya di dalam pesawat Pelita Air," ujar Arya.
Corporate Secretary PGN Fajriyah Usman menilai keberhasilan Adabina Scarves membuktikan bahwa produk UMKM Indonesia mampu bersaing apabila dipertemukan dengan segmen pasar yang sesuai. Menurut dia, masuknya Adabina Scarves ke PAS Sky Shop merupakan wujud nyata sinergi dalam membuka peluang bisnis baru bagi UMKM binaan sekaligus memperkenalkan produk lokal berkualitas kepada masyarakat yang lebih luas.
"Kontribusi penjualan sekitar 59 persen dalam tiga bulan pertama menjadi bukti bahwa ketika produk berkualitas dipertemukan dengan pasar yang tepat, UMKM mampu tumbuh lebih cepat dan bersaing di kanal pemasaran yang lebih luas," kata Fajriyah.
Dia menyatakan, perluasan akses pasar menjadi faktor penting agar UMKM dapat berkembang secara berkelanjutan. Selain meningkatkan kualitas produk, dukungan terhadap pelaku usaha juga perlu diwujudkan melalui pembukaan akses menuju segmen konsumen baru.
"Kami berharap kolaborasi seperti PAS Sky Shop dapat terus diperluas sehingga semakin banyak UMKM binaan memperoleh kesempatan mengembangkan usaha, memperluas jangkauan pemasaran, dan meningkatkan nilai ekonomi produknya," tambah dia.
Baca Juga: Menkeu Purbaya Sebut Penyaluran Bansos dan Subsidi Bakal Lewat Kopdes Merah Putih
Pemilik Adabina Scarves, Henni Danasuoro, mengaku kehadiran produknya di dalam pesawat membuka pasar yang sebelumnya belum pernah mereka masuki. "Pencapaian dalam tiga bulan pertama menjadi motivasi bagi kami untuk terus menjaga kualitas produk serta menghadirkan inovasi agar semakin banyak masyarakat yang bangga menggunakan produk lokal Indonesia," ujar Henni.
Keberhasilan tersebut menunjukkan bahwa in-flight shopping berpotensi menjadi salah satu etalase baru bagi produk UMKM Indonesia. Tantangan berikutnya adalah memperluas keterlibatan lebih banyak pelaku usaha lokal agar manfaat ekonomi dari sektor transportasi udara tidak hanya dinikmati sedikit pelaku usaha, melainkan mampu membuka peluang yang lebih merata bagi UMKM di berbagai daerah.