← Beranda
Konflik Timur Tengah Memanas Bikin Rupiah Hari Ini Berpotensi Melemah
Djati WaluyoJumat, 24 Juli 2026 | 14.18 WIB
Ilustrasi nilai tukar Rupiah terhadap USD. (dok. Jawa Pos/Miftahulhayat)

JawaPos.com - Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS (USD) diperkirakan akan kembali melemah pada perdagangan Jumat (24/7), usai ditutup melemah melemah 19 poin menjadi Rp 17.936 per dollar AS pada perdagangan Kamis (23/7).

Pengamat Ekonomi, Mata Uang dan Komoditas, Ibrahim Assuaibi, mengatakan pergerakan rupiah pada hari ini akan dipengaruhi oleh sentimen luar negeri

"Untuk perdagangan (24/7) mata uang Rupiah fluktuatif namun ditutup melemah di rentang Rp 17.930-Rp 17.980," ujar Ibrahim dalam keterangan yang diterima, Jumat (24/7).

Ibrahim mengatakan, pelemahan rupiah masih dipengaruhi oleh sentimen eksternal, terutama meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang mendorong penguatan USD sebagai aset aman (safe haven).

Baca Juga: Kemenkeu Harap Dana DHE Masuk September, Menkeu Purbaya Optimistis Rupiah Menguat

Pasalnya, Militan Houthi yang bersekutu dengan Iran mengklaim telah menyerang dua kapal tanker minyak Saudi di Laut Merah.

Hal itu meningkatkan kekhawatiran terhadap gangguan pasokan energi di salah satu jalur pelayaran paling penting di dunia.

Kelompok Houthi menyatakan mereka menargetkan kapal tanker Saudi ENCELA dan LAYLIA setelah menuduh kedua kapal tersebut melanggar blokade maritim yang baru diumumkan.

Meski otoritas Saudi belum mengonfirmasi adanya kerusakan, insiden ini menjadi eskalasi terbaru yang meningkatkan risiko terhadap infrastruktur energi dan pelayaran global.

Sebelumnya, Houthi juga telah memperingatkan akan berupaya memblokir pelayaran yang berkaitan dengan Saudi melalui Selat Bab el-Mandeb, jalur strategis yang menghubungkan Laut Merah dan Teluk Aden.

Baca Juga: Jaga Stabilitas Rupiah, BI Genjot SRBI hingga Insentif Swap Lindung Nilai

“Jika gangguan terus berlanjut, kapal tanker berpotensi harus memutar melalui Afrika bagian selatan, yang akan memperpanjang waktu pelayaran dan meningkatkan biaya pengiriman,” ujarnya.

Di sisi lain, militer Amerika Serikat telah menyelesaikan rangkaian serangan baru terhadap Iran untuk malam ke-12 berturut-turut.

Situasi ini semakin meningkatkan ketidakpastian terhadap lalu lintas pelayaran di Selat Hormuz.

Garda Revolusi Iran melaporkan terjadi ledakan di jalur pelayaran yang dipasangi ranjau di selatan Selat Hormuz, menyebabkan satu dari tiga kapal tanker minyak terbakar, sementara dua kapal lainnya berbalik arah.

Iran menegaskan memiliki kendali penuh atas Selat Hormuz dan menyatakan jalur tersebut "sepenuhnya tertutup".

Baca Juga: Konflik AS-Iran Memanas, Rupiah Terancam Anjlok ke Rentang Rp 17.920–Rp 18.970

Serta memperingatkan bahwa kapal tanker minyak tidak akan diizinkan melintas tanpa koordinasi dengan otoritas Iran.

“Mengingat Selat Hormuz dan Bab el-Mandeb merupakan dua jalur utama pengiriman minyak dunia, perkembangan ini terus menjadi perhatian pelaku pasar energi,” ucapnya.

 

EDITOR: Bayu Putra