JawaPos.com - Danantara kembali mendapat sorotan dari kalangan investor internasional. Kunjungan mantan Perdana Menteri Inggris Tony Blair ke kantor Danantara dinilai menjadi sinyal positif bagi iklim investasi Indonesia sekaligus membuka peluang masuknya lebih banyak modal asing ke berbagai proyek strategis nasional.
"Minat investor global terhadap Indonesia sangat besar," ujar CEO Danantara Rosan Roeslani di Jakarta, Rabu (8/7). Menurutnya, antusiasme yang disampaikan Tony Blair menunjukkan Indonesia kini berada dalam perhatian investor dunia yang tengah mencari peluang investasi jangka panjang.
Rosan mengatakan, kehadiran Tony Blair ke kantor Danantara pada Selasa (7/7) membawa pesan positif terkait prospek investasi di Indonesia. Dalam pertemuan tersebut, Blair menyampaikan bahwa banyak investor internasional menunjukkan ketertarikan untuk menjajaki kolaborasi investasi di Tanah Air.
Menurut Rosan, pembentukan Danantara oleh pemerintah telah menghadirkan mekanisme yang dinilai kredibel oleh investor asing. Lembaga tersebut kini dipandang sebagai salah satu pintu masuk utama bagi modal internasional yang ingin berpartisipasi dalam berbagai proyek strategis nasional.
Ia menjelaskan, tingginya minat investor tersebut menjadi indikator bahwa Indonesia masih menjadi destinasi investasi yang menjanjikan di tengah dinamika ekonomi global. Karena itu, Danantara akan terus mengawal peluang tersebut melalui pelaksanaan berbagai proyek yang telah disiapkan.
"Danantara siap menjadi jembatan bagi modal internasional," kata Rosan.
Rosan juga menyebut sentimen pasar terhadap langkah-langkah pemerintah saat ini berada dalam kondisi positif. Hal itu terlihat dari semakin banyaknya investor asing yang mulai menjalin komunikasi dengan Danantara untuk membahas peluang kerja sama.
Ia menyampaikan bahwa dukungan dari Tony Blair turut memberikan keyakinan tambahan bagi investor global terhadap arah kebijakan ekonomi Indonesia. Menurutnya, para investor tidak hanya melihat peluang jangka pendek, tetapi juga prospek investasi dalam jangka panjang.
"Investor datang dengan perspektif jangka panjang," ujarnya.
Lebih lanjut, Rosan mengungkapkan bahwa sejumlah investor asing kini secara aktif menjadikan Danantara sebagai mitra strategis dalam mengembangkan bisnis di Indonesia. Portofolio investasi dan proyek yang dimiliki Danantara dinilai memiliki daya tarik yang besar bagi pemodal internasional.
Dalam kesempatan yang sama, Tony Blair juga menyampaikan bahwa posisi Danantara saat ini memiliki nilai tawar yang tinggi bagi investor asing yang ingin berkolaborasi di Indonesia. Pandangan tersebut diharapkan dapat mendorong percepatan arus investasi ke berbagai sektor prioritas nasional.
Rosan berharap momentum tersebut terus berlanjut sehingga dampaknya dapat segera dirasakan oleh masyarakat melalui pertumbuhan ekonomi dan peningkatan investasi di berbagai sektor.
Baca Juga: Danantara Mulai Pembangunan PSEL Bali, Investasi Rp 3 Triliun untuk Energi Hijau
"Kami akan mengakselerasi proses ini agar manfaatnya segera dirasakan masyarakat," tuturnya. (*)