← Beranda
Ekonomi Digital Makin Bergeliat, Pembayaran Non Tunai Dorong Daya Saing UMKM
AntaraKamis, 2 Juli 2026 | 00.01 WIB
Kegiatan Karya Kreatif Mataraman (KKM) & DIGIMAFEST 2026 digelar Bank Indonesia di Kediri. (Istimewa)

 

JawaPos.com - Transformasi ekonomi digital di daerah terus menunjukkan akselerasi seiring semakin luasnya adopsi pembayaran non tunai dan meningkatnya kolaborasi antara regulator, pelaku industri, serta pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

Penguatan ekosistem pembayaran digital menjadi salah satu fondasi penting dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif sekaligus meningkatkan daya saing UMKM di era digital. Momentum tersebut terlihat dalam penyelenggaraan Karya Kreatif Mataraman (KKM) & DIGIMAFEST 2026 yang digelar Bank Indonesia (BI) di Kediri.

Kepala Perwakilan BI Kediri Yayat Cadarajat mengatakan, inovasi digital dan penguatan pasar ekspor penting bagi UMKM unggulan. Termasuk yang bergerak di sektor kreatif seperti kain tradisional, kerajinan tangan, kopi, dan produk pangan olahan.

Baca Juga: Pertamina dan Pupuk Indonesia Jajaki Kolaborasi Strategis untuk Perkuat Ketahanan Energi dan Pangan Nasional

”Produk-produk ini bukan hanya mencerminkan kekayaan budaya lokal, namun juga berpotensi besar untuk bersaing di pasar global,” kata Yayat dilansir dari Antara.

Dia mengatakan, Karya Kreatif Mataraman (KKM) dan DIGIMAFest 202 sebagai wujud komitmen Bank Indonesia dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah melalui inovasi digital dan transformasi UMKM menuju praktik bisnis yang lebih sustainable.

”Tidak hanya menjaga kelestarian budaya, tetapi juga membuka peluang pasar baru yang dengan go global, serta mendukung pertumbuhan ekonomi kreatif secara inklusif dan hijau,” ujar Yayat.

Baca Juga: Setelah Surplus 72 Bulan Berturut-turut, Neraca Perdagangan Defisit USD 1,61 Miliar pada Era Prabowo

Dia menambahkan, KKM X DIGIMAFest 2026 juga menjadi bagian dari rangkaian event nasional Karya Kreatif Indonesia (KKI) dan Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia (FEKDI) 2026. Hal itu sebagai wujud komitmen dalam mendukung Gerakan Bangga Buatan Indonesia (GBBI) dan Gerakan Bangga Berwisata di Indonesia (GBWI).

Kegiatan tersebut, kata dia, merupakan bukti nyata sinergi Bank Indonesia dengan pemerintah kota/kabupaten eks Keresidenan Kediri dan Madiun guna mengembangkan UMKM potensi ekspor dan pendukung pariwisata. Khususnya pada sektor produk kreatif, makanan-minuman, ketahanan pangan serta perluasan digitalisasi sistem pembayaran.

Ajang ini mempertemukan berbagai pemangku kepentingan untuk mendorong percepatan transformasi digital melalui penguatan literasi keuangan, perluasan penggunaan pembayaran digital yang aman, serta pengembangan inovasi layanan keuangan berbasis teknologi.

Mengusung tema Sinergi dan Inovasi Digital untuk Akselerasi Ekonomi Berkelanjutan, kegiatan ini menjadi wadah kolaborasi antara regulator, penyedia layanan pembayaran digital, pelaku UMKM, dan masyarakat dalam mempercepat transformasi ekonomi digital di daerah.

Sejalan dengan semangat tersebut, adopsi pembayaran digital di wilayah Kediri terus menunjukkan tren positif. Dalam beberapa bulan terakhir, jumlah pengguna aktif QRIS ShopeePay di Kota dan Kabupaten Kediri tumbuh lebih dari 70 persen.

Capaian tersebut mencerminkan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap pembayaran digital sekaligus semakin luasnya pemanfaatan QRIS dalam aktivitas ekonomi sehari-hari. Presiden Direktur ShopeePay Indonesia Eka Nilam Dari mengatakan transformasi ekonomi digital yang berkelanjutan hanya dapat terwujud melalui sinergi kuat antara seluruh pemangku kepentingan.

Baca Juga: Bank Jakarta Pilih Pertumbuhan Berkualitas di Tengah Kenaikan Suku Bunga

”Kami percaya pembayaran digital tidak hanya mempermudah transaksi, tetapi juga membuka akses lebih luas bagi UMKM untuk terus berkembang dan berpartisipasi aktif dalam pertumbuhan ekonomi digital. Kami terus mendukung berbagai inisiatif BI yang bertujuan memperluas adopsi pembayaran digital, serta menciptakan ekosistem digital yang semakin inklusif dan berkelanjutan,” ujar Eka Nilam Dari.

Dia menambahkan meningkatnya penggunaan layanan digital juga perlu diimbangi edukasi mengenai keamanan transaksi agar masyarakat dapat memanfaatkan teknologi keuangan secara aman dan bertanggung jawab. Sebagai bagian dari rangkaian KKM & DIGIMAFEST 2026, pihaknya menghadirkan booth interaktif yang memberikan edukasi mengenai manfaat pembayaran digital, praktik transaksi aman, serta pentingnya memanfaatkan layanan keuangan digital secara bijak.

Perusahaan juga berpartisipasi dalam talkshow edukasi bertajuk KLIK AMAN: Perempuan Cerdas Finansial, Aman di Era Digital bersama Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Sesi tersebut mengangkat pentingnya literasi keuangan serta pelindungan konsumen di tengah meningkatnya adopsi layanan keuangan digital.

Baca Juga: Inflasi Juni 2026 Tembus 0,44 Persen, Dipicu Kenaikan BBM dan Bahan Pangan

Selain memperluas akses pembayaran digital, perusahaan juga terus memperkuat edukasi mengenai keamanan transaksi. Melalui sesi edukasi selama acara berlangsung, masyarakat diajak mengenali berbagai modus kejahatan digital seperti phishing, social engineering, penyalahgunaan OTP, hingga modus layanan pelanggan palsu.

”Melalui kolaborasi bersama BI dan berbagai pemangku kepentingan lainnya, kamis terus menghadirkan inovasi yang memperluas akses layanan pembayaran digital, memperkuat pelindungan konsumen, serta mendukung pertumbuhan ekonomi digital Indonesia yang semakin inklusif, aman, dan berkelanjutan,” tandas Eka.

EDITOR: Latu Ratri Mubyarsah