JawaPos.com - PT Pertamina Patra Niaga, memastikan harga bahan bakar minyak (BBM) non subsidi yang berada di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) milik Pertamina mengikuti harga pasar dunia.
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, mengatakan dengan prinsip mengikuti harga pasar dunia maka apabila kondisi harga minyak dunia cenderung membaik maka harga BBM non subsidi akan menyesuaikan.
“Apabila Kondisi harga dunia dapat cenderung membaik dalam arti positif menurun. Maka potensi penyesuaian harga bisa saja seperti contoh yang sudah ada di Produk Pertamina Dex dan Dexlite yang mengalami penurunan harga,” ujar Roberth kepada Jawapos dikutip Rabu (1/7).
Sebagaimana diketahui, Pertamina Patra Niaga melakukan penyesuaian harga terhadap Bahan Bakar Minyak (BBM) Non Subsidi yang berlaku efektif mulai 1 Juli 2026 pukul 00.00 WIB.
Vice President Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, mengatakan penyesuaian harga ini merupakan bagian dari evaluasi berkala sesuai mekanisme yang berlaku, dengan mengacu pada dinamika harga pasar minyak dunia, pertimbangan aspek fiskal serta daya beli dan perekonomian masyarakat.
“Sesuai yang kita ketahui penyesuaian harga BBM nonsubsidi mengacu pada dinamika harga pasar minyak dunia dan mengikuti regulasi atau mekanisme yang berlaku. Tentunya langkah oenyesuaian ini telah dikoordinasikan dengan pemerintah”, jelas Kitty.
Melalui evaluasi tersebut, sejumlah produk seperti Pertamax Turbo, Pertamina Dex, Dexlite, dan Avtur mengalami penurunan harga.
Adapun, berikut daftar harga BBM non subsidi untuk wilayah dengan Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) sebesar 5 persen. Harga Pertamax Turbo turun dari Rp 20.750 per liter menjadi Rp 19.300 per liter, atau berkurang Rp 1.450 per liter setara 7 persen.
Sementara itu, harga Pertamina Dex dipangkas dari Rp 24.800 per liter menjadi Rp 21.150 per liter. Penurunan mencapai Rp 3.650 per liter atau sekitar 15 persen. Adapun harga Dexlite turun dari Rp 23.000 per liter menjadi Rp 19.700 per liter, atau berkurang Rp 3.300 per liter setara 14 persen.
Selain BBM untuk kendaraan, harga avtur penerbangan domestik (sebelum pajak) di Bandara Soekarno-Hatta juga mengalami penurunan. Harga avtur turun dari Rp 22.190 per liter pada Juni menjadi Rp19.190 per liter pada Juli, atau berkurang Rp 3.000 per liter setara 14 persen.
Baca Juga: Pertamina Pastikan Stok BBM Subsidi Cukup Bagi Nelayan di NTT
“Selain menghadirkan harga yang kompetitif, kami juga terus memastikan kualitas produk sesuai spesifikasi sehingga masyarakat memperoleh manfaat optimal, baik dari sisi performa kendaraan maupun efisiensi penggunaan bahan bakar,” ujarnya. (*)