JawaPos.com - Minat masyarakat Indonesia terhadap investasi emas terus menunjukkan tren positif. PT Pegadaian mencatat pertumbuhan aktivitas investasi emas yang sejalan dengan meningkatnya jumlah pengguna aplikasi digital Tring! yang memudahkan masyarakat dalam mengakses berbagai layanan investasi dan transaksi emas.
Head of Corporate Communication PT Pegadaian, Riana Rifani, dalam sesi konferensi pers di Hotel Santika Premiere, Gubeng, Surabaya, Kamis (25/6), mengatakan tren tersebut mencerminkan semakin tingginya kesadaran masyarakat untuk menjadikan emas sebagai instrumen investasi jangka panjang yang aman sekaligus mudah diakses.
"Investasi emas kini semakin menjadi pilihan masyarakat karena dinilai mampu menjaga nilai aset di tengah ketidakpastian ekonomi. Melalui ekosistem digital yang kami miliki, masyarakat dapat berinvestasi dengan nominal yang terjangkau dan proses yang semakin mudah," ujar Rifani, Kamis (25/6).
Rifani mengatakan, pada periode awal Juni 2026, transaksi pembelian tercatat mencapai sekitar 39 ribu hingga 47 ribu gram per hari dan menjadi salah satu titik tertinggi sepanjang bulan berjalan. Sementara itu, transaksi buyback juga meningkat dan sempat mencapai sekitar 41 ribu hingga 45 ribu gram per hari.
Menurut Rifani, pola transaksi pada awal Juni menunjukkan bahwa masyarakat semakin aktif memanfaatkan momentum pergerakan harga emas. Meski terjadi fluktuasi harian yang cukup dinamis, volume pembelian tetap mampu mempertahankan posisi yang lebih tinggi dibandingkan volume buyback.
“Kondisi ini mengindikasikan bahwa kepercayaan masyarakat terhadap emas sebagai instrumen investasi jangka panjang masih terjaga, sekaligus menunjukkan bahwa tabungan emas tetap menjadi pilihan investasi yang relevan saat ini,” ucapnya.
Lanjutnya, sepanjang 2026, tabungan emas Pegadaian terus mencatatkan pertumbuhan yang positif, baik dari sisi saldo maupun jumlah nasabah. Hingga akhir Mei 2026, saldo tabungan emas mencapai 20,15 ton, meningkat 17,81 persen dibandingkan posisi akhir 2025 yakni sebesar 17,11 ton.
Baca Juga: Pegadaian Gencarkan Sosialisasi Tring, Perluas Literasi Keuangan Digital, Sasar Gen Z
Dari sisi nasabah, jumlah nasabah aktif tercatat mencapai 6,14 juta nasabah, tumbuh 25,96 persen secara year-to-date (YtD). Hal ini menunjukkan antusiasme masyarakat terhadap investasi emas masih sangat tinggi dan tabungan emas tetap menjadi salah satu pilihan investasi yang diminati.
Meski demikian, laju pertumbuhan menunjukkan tren yang moderat. Pada Mei 2026, pertumbuhan saldo tercatat 0,27% secara bulanan (MtM), lebih rendah dibandingkan periode sebelumnya. “Kondisi ini mengindikasikan masyarakat tetap berinvestasi emas, namun dengan pendekatan lebih selektif di tengah dinamika pergerakan harga emas,” ungkapnya.
Salah satu motor pertumbuhan investasi emas berasal dari aplikasi Tring! yang mengalami peningkatan jumlah pengguna serta aktivitas transaksi sepanjang tahun ini. Tring! dirancang sebagai platform digital yang mengintegrasikan berbagai layanan keuangan Pegadaian, mulai dari investasi emas, tabungan emas, pembiayaan, hingga berbagai layanan transaksi lainnya.
Selain kemudahan bertransaksi, Pegadaian juga terus memperkuat edukasi mengenai pentingnya investasi emas sebagai bagian dari perencanaan keuangan. Menurutnya, edukasi menjadi faktor penting agar masyarakat tidak hanya tertarik membeli emas ketika harga sedang naik, tetapi memahami manfaat investasi secara berkelanjutan.
Pegadaian melihat emas masih menjadi instrumen investasi yang memiliki daya tarik kuat karena relatif mampu mempertahankan nilai aset dalam jangka panjang. Di tengah fluktuasi pasar keuangan global, emas dinilai tetap menjadi salah satu aset masa depan yang diminati masyarakat.