JawaPos.com - Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS berpotensi kembali menguat pada perdagangan Jumat (26/6), usai ditutup menguat 9 poin menjadi Rp 17.943 per dollar AS pada perdagangan Kamis (25/6).
Pengamat Ekonomi, Mata Uang, dan Komoditas, Ibrahim Assuaibi mengatakan, pergerakan Rupiah hari ini akan dipengaruhi oleh sikap pemerintah dalam menghadapi gejolak geopolitik global sejak Februari 2026.
"Untuk perdagangan (26/6) mata uang Rupiah fluktuatif, namun ditutup menguat di rentang Rp 17.940 - Rp 17.990," ujar Ibrahim dalam keterangan yang diterima, Jumat (26/6).
Ibrahim mengatakan, salah satu sentimen positif bagi pergerakan nilai tukar rupiah adalah upaya pemerintah menganalisis berbagai skenario dampak perang untuk rentang 5, 6, hingga 10 bulan. Seluruhnya bisa dilalui.
Baca Juga: Meredanya Ketegangan di Selat Hormuz, Harga Minyak Brent & WTI Koreksi Tipis
Terutama dampak perang di timur tengah terhadap pasokan minyak untuk kebutuhan di dalam negeri.
Menurut dia, dengan upaya tersebut, maka ketergantungan impor minyak Indonesia terhadap kawasan Timur Tengah kini hanya berada di level 20 pesen.
Selain itu, langkah diversifikasi pasokan telah dilakukan dengan menyasar negara-negara Afrika seperti Nigeria dan Gabon.
Pemenuhan energi juga ditopang oleh komitmen pembelian dari AS dan Venezuela melalui skema Agreement on Reciprocal Tariff (ART).
“Dengan upaya tersebut pemerintah meyakini kondisi perekonomian Indonesia 2026 masih terjaga dengan baik. Apalagi, kinerja ekonomi Indonesia pada kuartal pertama mencatatkan pertumbuhan yang impresif sebesar 5,61 persen,” ucapnya.
Baca Juga: Respon Penundaan Penilaian MSCI, Rupiah Diprediksi Kembali Tertekan pada 25 Juni
Angka tersebut berada di atas rata-rata negara G20 maupun pertumbuhan ekonomi global.
Ketahanan makro juga tercermin dari posisi cadangan devisa yang bertengger di level USD 144,9 miliar per akhir Mei 2026 dan realisasi investasi yang mencapai angka Rp 498,8 triliun pada kuartal I/2026.
Juga Purchasing Managers' Index (PMI) Manufaktur yang masih tertahan di zona ekspansi marjinal pada level 50.