← Beranda
Luhut Ungkap Penyebab Ekonomi Tumbuh tapi Jumlah Penduduk Miskin Bertambah
Djati WaluyoRabu, 24 Juni 2026 | 21.04 WIB
Ketua Dewan Ekonomi Nasional Republik Indonesia, Penasihat Khusus Presiden Bidang Digitalisasi dan Teknologi Pemerintahan, Luhut Binsar Pandjaitan. (Istimewa)

 

JawaPos.com - Dewan Ekonomi Nasional (DEN), menilai kenaikan harga menjadi salah satu faktor yang menciptakan angka kemiskinan terus meningkat ditengah pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Seperti diketahui, beberapa waktu lalu Presiden Prabowo menyoroti fenomena ekonomi Indonesia tumbuh, namun jumlah penduduk miskin masih bertambah.

Kepala DEN, Luhut Binsar Pandjaitan, mengatakan DEN memiliki perhitungan yang menyebabkan kondisi tersebut bisa terjadi di struktur perekonomian Indonesia.

"Jadi bisa mungkin karena naikkan harga kita, ada datanya saya nggak ingat, nanti saya bisa-bisa, Dewan Ekonomi sudah menghitung," ujar Luhut saat ditemui di Kantor DEN, Jakarta, Rabu (24/6).

Baca Juga: Kejagung Selamatkan Rp 131,5 Triliun dari Kasus Korupsi Selama 2020-2026

Luhut mengatakan, pertumbuhan ekonomi akan tetap berada di jalurnya untuk mencapai Indonesia Emas pada tahun 2045.

Namun, ia mengingatkan perlu adanya upaya dari pemerintah untuk memaksimalkan berbagai program agar tetap berjalan efisien.

"Kalau ekonomi itu akan tumbuh, bagus. Kita kan harus perhatikan efisiensi. Efisiensi juga tadi target semua yang kita kerjakan," ujarnya.

Lanjutnya, Indonesia hanya memilliki waktu 10 tahun untuk memanfaatkan bonus demografi untuk pertumbuhan ekonomi nasional. Menurutnya, jika tidak dimanfaatkan dengan baik maka target Indonesia Emas 2045 akan sulit dicapai.

Meski begitu, ia optimismasih dapat dicapai apabila pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat mampu bekerja secara kompak.

Selain itu, pemanfaatan teknologi dalam sistem pemerintahan dapat membantu meningkatkan efisiensi sekaligus mengurangi korupsi.

"Tapi kalau kita semua kompak, itu saya kira nggak ada masalah. Apalagi dengan government technology ini, akan pasti mengurangi korupsi, dan teknologi ini dibuat oleh anak-anak Indonesia," ungkapnya.

 

EDITOR: Sabik Aji Taufan