← Beranda
INDEF Wanti-Wanti Pemerintah soal Patriot Bond: Jangan untuk Biayai Program Konsumtif!
Djati WaluyoSelasa, 23 Juni 2026 | 22.21 WIB
Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Esther Sri Astuti. (ANTARA)

 

JawaPos.com - Direktur Eksekutif Institute for Development of Economic and Finance (INDEF), Esther Sri Astuti, mempertanyakan urgensi rencana penerbitan Patriot Bond dan Merah Putih Bond oleh pemerintah.

Ia mengatakan, seharusnya pemerintah ataupun Danantara dapat menjelaskan secara transparan tujuan penggunaan dana yang diperoleh dari instrumen utang tersebut.

Menurutnya, kejelasan penggunaan dana menjadi faktor penting untuk memastikan penerbitan obligasi baru tidak sekadar digunakan untuk menutup kewajiban utang yang sudah ada.

“Penerbitan bond patriot dan merah putih bond, harus ditanyakan urgensinya. Apakah untuk gali lubang utang untuk tutup lubang utang lainnya ? Ataukah untuk kegiatan produktif atau konsumtif,” ujar Esther saat dikonfirmasi JawaPos, Selasa (23/6).

Esther mengatakan, penggunaan dana hasil penerbitan obligasi seharusnya diarahkan pada kegiatan yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi dan memberikan manfaat jangka panjang.

Lanjutnya, ia menilai akan sangat disayangkan apabila dana yang dihimpun melalui penerbitan obligasi justru digunakan untuk membiayai program yang bersifat konsumtif.

"Akan sangat disayangkan kalau utang bond tapi digunakan untuk pembiayaan konsumtif seperti Program MBG dan Kopdes yang cenderung populis dan konsumtif," ujarnya.

Menurutnya, pemerintah sebaiknya menempuh langkah lain dengan melakukan efisiensi belanja negara dan mengalihkan anggaran ke sektor-sektor yang lebih produktif.

Baca Juga: CELIOS Kritik Keras Pasal Imunitas Patriot dan Merah Putih Bond, Sebut Bisa jadi Pintu Pencucian Uang

Ia menekankan bahwa alokasi anggaran untuk kegiatan produktif akan memberikan dampak ekonomi yang lebih besar dibandingkan pembiayaan program yang bersifat konsumtif.

"Lebih baik mengurangi anggaran belanja dan mengalokasikan anggaran untuk kegiatan benar-benar produktif sehingga punya multiplier effect jangka panjang dan lebih luas," ungkapnya.

EDITOR: Kuswandi