← Beranda
Paradigma Baru Prabowo, Himbara Didorong jadi Perbankan Patriotik Penggerak Ekonomi
Djati WaluyoSelasa, 23 Juni 2026 | 02.45 WIB
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Muhammad Qodari mengunjungi kantor Redaksi Jawa Pos di Jakarta, Jumat (08/05/2026). Kunjungan tersebut diisi diskusi mengenai perkembangan industri media, komunikasi pemerintah, hingga promosi mobil nasional Maung. (Dery Ridwansah/JawaPos.com)

 

JawaPos.com - Presiden Prabowo Subianto meminta bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) memperluas akses pembiayaan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Muhammad Qodari, mengatakan bahwa Presiden ingin bank pelat merah tidak hanya mencetak keuntungan, tetapi juga berperan lebih besar dalam menciptakan pemerataan ekonomi.

Ia menyampaikan bahwa Presiden meminta sektor perbankan memiliki peran strategis sebagai penggerak ekonomi yang manfaatnya harus semakin dirasakan masyarakat luas, terutama UMKM yang selama ini menjadi tulang punggung perekonomian nasional.

"Dalam kesempatan tersebut, Presiden menekankan paradigma baru mengenai peran Himbara di masa depan. Presiden menginginkan Himbara menjadi apa yang disebut sebagai perbankan patriotik," ujar Qodari dalam keterangannya, Senin (22/6).

Qodari menerangkan, konsep perbankan patriotik yang dimaksud adalah bank-bank milik negara tidak semata-mata diukur dari besarnya laba yang diperoleh, melainkan juga dari kontribusinya dalam menciptakan pemerataan ekonomi dan membuka kesempatan usaha yang lebih luas bagi masyarakat.

Karena itu, Presiden meminta agar Bank yang tergabung dalam Himbara lebih aktif menjangkau pelaku UMKM dan memperluas penyaluran pembiayaan kepada sektor produktif.

"Akses pembiayaan harus semakin terbuka, lebih mudah dijangkau, dan diberikan secara adil kepada seluruh lapisan masyarakat yang memiliki potensi untuk berkembang," ujarnya.

Lanjutnya, Presiden juga mendorongagar Himbara tidak hanya menunggu calon debitur datang ke kantor cabang, tetapi lebih proaktif turun langsung menemui pelaku usaha untuk memahami kebutuhan mereka.

Ia berharap bahwa bank-bank BUMN hadir di tengah masyarakat dan membantu membuka akses pembiayaan agar usaha-usaha produktif dapat tumbuh lebih cepat.

Meski demikian, Presiden menegaskan perluasan fungsi sosial dan ekonomi Himbara tidak boleh mengorbankan kesehatan industri perbankan. Pemerintah memastikan bank-bank pelat merah tetap dikelola secara profesional dengan prinsip kehati-hatian dan tata kelola yang baik.

"Mandat untuk memperkuat peran sosial dan ekonomi Himbara akan tetap dijalankan dengan profesionalisme yang tinggi serta tata kelola yang baik. Bank-bank Himbara akan tetap dikelola secara sehat, hati-hati, dan bertanggung jawab," ucapnya.

Melalui arahan tersebut, Presiden berharap kekuatan ekonomi yang dimiliki negara dapat dimanfaatkan untuk mempercepat pemerataan kesejahteraan hingga mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

"Presiden ingin memastikan bahwa kekuatan ekonomi yang dimiliki negara benar-benar menjadi instrumen untuk mempercepat pemerataan kesejahteraan, memperkuat UMKM, dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif serta berkelanjutan bagi seluruh rakyat Indonesia," pungkasnya.

EDITOR: Estu Suryowati