← Beranda
Analisis Harga Emas: Potensi Koreksi ke Rp 2,55 Juta per Gram
Djati WaluyoMinggu, 21 Juni 2026 | 23.41 WIB
Ilustrasi aset emas. (Freepik)

 

 

JawaPos.com - Harga emas dunia dan logam mulia masih bergerak fluktuatif sepanjang pekan depan di tengah penguatan indeks dolar AS, dinamika geopolitik global, serta meningkatnya permintaan dari bank-bank sentral dunia.

Pengamat Ekonomi, Mata Uang, dan Komoditas, Ibrahim Assuaibi, mengatakan secara teknikal harga emas dunia ditutup pada level USD 4.155 per troy ons pada perdagangan terakhir. Sementara itu, harga logam mulia domestik ditutup di level Rp 2.668.000 per gram.

Menurutnya, apabila harga emas dunia mengalami koreksi pada awal pekan, level support pertama berada di USD 4.088 per troy ons dengan harga logam mulia diperkirakan turun ke Rp 2.648.000 per gram.

"Apabila harga emas dunia terkoreksi di hari Senin, kemungkinan besar support pertama itu di 4.088, logam mulianya di Rp2.648.000, jadi ada penurunan Rp20.000," ujar Ibrahim dalam rekaman suara yang diterima, Minggu (21/6).

Jika tekanan berlanjut, ia memperkirakan support kedua berada di level USD 3.859 per troy ons dengan harga logam mulia berpotensi turun hingga Rp 2.550.000 per gram.

Sebaliknya, apabila harga emas kembali menguat, resistance pertama diproyeksikan berada di level USD 4.243 per troy ons dengan harga logam mulia mencapai Rp 2.688.000 per gram.

Sementara itu, resistance kedua diperkirakan berada di level USD 4.465 per troy ons dengan harga logam mulia mencapai Rp 2.790.000 per gram.

Baca Juga: Harga Emas Fluktuatif, Pegadaian Catat Transaksi Pembelian Tetap Tinggi Sepanjang Juni

"Jadi disimpulkan bahwa harga emas dunia logam mulia sepekan ke depan adalah harga emas dunia di 3.859 itu support-nya, resistance-nya adalah di 4.465 dolar per troy ons. Kemudian untuk logam mulia sepekan itu adalah Rp 2.550.000, tertinggi itu Rp 2.790.000 per gram," katanya. (*)

 

EDITOR: Dinarsa Kurniawan