← Beranda
Menteri LH Jumhur Tegaskan Ekonomi Hijau Bukan Sekadar Teori 
Djati WaluyoRabu, 17 Juni 2026 | 22.23 WIB
Menteri Lingkungah Hidup Jumhur Hidayat. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

 

JawaPos.com - Menteri Lingkungan Hidup (LH) Moh Jumhur Hidayat menegaskan  ekonomi hijau bukan sekadar teori, tapi kebutuhan pembangunan inklusif dan lestari.

Dia menilai kekayaan alam Indonesia begitu besar. Hutan, laut, dan keanekaragaman hayati jadi modal penting untuk kemakmuran masyarakat.

“Ekonomi harus tumbuh, tapi keuntungan tidak boleh dikorbankan. Ekonomi hijau adalah korbannya. Ini bukan sekadar teori yang resetas, tapi kebutuhan mendesak agar pembangunan kita inklusif, merata, dan memastikan alam tetap lestari untuk anak-anak kita," ujar Jumhur dalam Forum Ekonomi Hijau 2026 di Jakarta, Rabu (17/6).

Untuk mencapai tujuan itu, Jumhur mengajak pemangku kepentingan bekerja bersama. Pemerintah, perusahaan, misi, serikat pekerja, dan masyarakat luas harus bersatu menjaga lingkungan dan dorong ekonomi.

"Untuk menwujudkan itu, kita tidak bisa jalan sendiri-sendiri. Pemerintah, perusahaan, misi, serikat pekerja, dan masyarakat luas harus bersatu. Menjaga lingkungan itu bukan hambatan bagi investasi atau ekonomi," katanya.

Baca Juga: Menkop Ferry Juliantono: Koperasi Jadi Kendaraan Utama Ekonomi Hijau Indonesia

Sementara itu, Head of Center for Environment and Sustainability Science (CESS) Unpad Susanti Withaningsih menyatakan ekonomi hijau sangat penting untuk mencegah bencana di Indonesia.

Apalagi Indonesia mengalami peningkatan bencana hidrometeorologi dan degradasi lingkungan. Ada juga ancaman terhadap ketahanan pangan dan air bersih.

“Ekonomi hijau merepresentasikan transformasi paradigma pembangunan menuju sistem berkelanjutan, integratif, dan berbasis ilmu pengetahuan. Ini ditekankan dalam sustainability science untuk jawab tantangan global kompleks,” ujar Susanti.

Sementara itu, Ikatan Alumni Universitas Padjadjaran (IKA Unpad) sebagai tuan rumah Forum Ekonomi Hijau 2026 menegaskan urgensi transformasi paradigma pembangunan nasional. Saat ini Indonesia menghadapi tantangan perubahan iklim dan ketidakpastian ekonomi global.

Baca Juga: Dorong Ekonomi Hijau, Koperasi Bakal jadi Pengumpul Utama Minyak Jelantah

Pada Forum Ekonomi Hijau 2026, Pemerintah menekankan transisi ekonomi butuh kolaborasi lintas sektor kuat. Hal ini bertujuan untuk menciptakan ekonomi inklusif dan rendah emisi.

Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono mengatakan Indonesia tidak memiliki banyak waktu lagi. Negara harus segera melakukan transformasi ke ekonomi hijau.

Dia menyampaikan dorongan ekonomi hijau dapat dilakukan dengan menggerakkan koperasi. Koperasi berperan mengumpulkan minyak jelantah dari masyarakat.

“Salah satu contohnya adalah bagaimana nanti minyak di lantah itu bisa dikumpulkan melalui koperasi bisa melalui koperasi-kooperasi desa, kelurahan,” ujar Ferry yang juga ketua umum IKA Unpad.

Selain itu, dia mendorong koperasi bekerja sama dengan badan usaha. Tujuannya membangun pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) untuk bantu masyarakat dapat listrik dan kurangi energi fosil.

“Kementerian Kooperasi sekarang juga bersama PT. PLN dan PT. Pertamina New and Renewable Energy itu membuat percontohan pembangkit listrik tenaga surya berkapasitas setengah mega di pulau sumber laut di Batam,” ujarnya.

EDITOR: Ilham Safutra