JawaPos.com - Himpunan Kawasan Industri (HKI) Indonesia mendorong penguatan keandalan sistem ketenagalistrikan nasional. Hal itu menyusul laporan terjadinya pemadaman listrik di sejumlah wilayah Pulau Jawa.
Ketua Umum HKI Akhmad Ma'ruf Maulana menyampaikan, langkah itu dinilai penting untuk menjaga kelangsungan aktivitas industri, mendukung iklim investasi, serta memastikan kebutuhan energi sektor manufaktur dapat terpenuhi secara berkelanjutan.
“Kami menerima berbagai laporan terkait pemadaman listrik di sejumlah wilayah Jawa. Kami memahami bahwa dalam sistem kelistrikan yang sangat besar, gangguan teknis dapat terjadi. Yang terpenting adalah memastikan proses evaluasi berjalan menyeluruh, langkah perbaikan dilakukan secepat mungkin, dan mitigasi ke depan semakin kuat,” ujar Akhmad Ma'ruf Maulana dilansir dari Antara.
Menurut dia, industri nasional saat ini tengah bergerak mendukung agenda hilirisasi, peningkatan ekspor, pembangunan pusat data, serta masuknya investasi baru ke berbagai daerah. Seluruh agenda tersebut membutuhkan dukungan infrastruktur energi yang stabil dan dapat diandalkan.
“Keandalan listrik menjadi salah satu pertimbangan utama investor ketika menentukan lokasi investasi. Kepastian pasokan energi memberikan rasa aman bagi dunia usaha dalam merencanakan ekspansi maupun pengembangan usaha jangka panjang,” Akhmad Ma'ruf Maulana.
Dia menyatakan, telah mengirimkan surat terhadap pemerintah dan BUMN terkait, serta mengusulkan evaluasi menyeluruh terhadap penyebab gangguan sistem kelistrikan. Yakni mencakup aspek pembangkit, transmisi, distribusi, hingga kecukupan cadangan daya.
Baca Juga: Akui Hadapi Kendala, Pemerintah Pangkas 50 Persen Target Pembangunan Kopdes Merah Putih
"Selain itu, HKI juga mendorong penguatan infrastruktur ketenagalistrikan pada kawasan industri strategis agar memiliki tingkat keandalan yang lebih tinggi," ungkap Akhmad Ma'ruf Maulana.
HKI juga turut mengusulkan agar kawasan industri memperoleh prioritas penanganan ketika terjadi gangguan sistem. Hal Ini karena, kawasan industri merupakan pusat kegiatan produksi, ekspor, investasi, dan penyerapan tenaga kerja yang memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional maupun daerah.
"HKI mendorong percepatan pengembangan sistem cadangan, peningkatan kapasitas jaringan, pembangunan gardu induk di kawasan industri yang berkembang pesat, serta pemanfaatan teknologi pemantauan sistem yang semakin modern," tandas Akhmad Ma'ruf Maulana.
Dalam jangka panjang, lanjut dia, HKI memandang perlu adanya ruang yang lebih luas bagi pengembangan pembangkit mandiri (captive power), energi baru dan terbarukan, serta Wilayah Usaha Ketenagalistrikan (Wilus) di kawasan industri tertentu sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan energi nasional.
“Pertumbuhan industri Indonesia akan terus meningkatkan kebutuhan energi. Karena itu, sistem kelistrikan nasional perlu terus diperkuat agar mampu mengimbangi kebutuhan dunia usaha dan menjaga daya saing Indonesia sebagai tujuan investasi,” papar Ma’ruf.
HKI berharap adanya sinergi bersama untuk mempercepat langkah-langkah penguatan sistem ketenagalistrikan nasional sehingga aktivitas masyarakat dan dunia usaha dapat berjalan dengan baik guna memacu pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Baca Juga: BI: Penguatan IHSG dan Rupiah Bukti Kepercayaan Investor Menguat
Sebelumnya, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) membantah pemadaman listrik bergilir yang berlangsung di kawasan Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) akibat stok batu bara yang menipis.
“Tidak ada batu bara menipis,” ujar Juru Bicara Kementerian ESDM Dwi Anggia ketika ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Kamis (11/6).
Anggia menyampaikan pemadaman bergilir di kawasan Jabodetabek disebabkan gangguan teknis. Terkait permasalahan tersebut, Anggia menyampaikan pemerintah sudah berkomunikasi dengan PLN untuk mengantisipasi agar gangguan tersebut tidak berulang.
Baca Juga: Pegadaian dan KSEI Perkuat Ekosistem Emas Melalui Investasi ETF Emas