JawaPos.com - Penurunan harga emas dalam beberapa waktu terakhir tidak mendorong investor ritel untuk melepas aset mereka. Sejumlah pemilik emas justru tetap mempertahankan strategi investasi jangka panjang dan memanfaatkan koreksi harga untuk menambah kepemilikan secara bertahap.
Sebagaimana diketahui, Harga emas Antam mengalami penurunan dalam beberapa hari terakhir. Berdasarkan laman resmi Pegadaian, harga emas Antam pada Jumat (12/6) dibanderol di harga Rp 2.797.000 per 1 gram atau turun Rp 25.000 jika dibandingkan dengan perdagangan sehari sebelumnya.
Hakim, 30, seorang pegawai swasta, mengatakan harga emas memang sedang mengalami penurunan dalam beberapa waktu terakhir. Namun, ia tidak mengambil keputusan secara terburu-buru mengambil keputusan untuk membeli ataupun menjual emas.
Baca Juga: Ramalan Zodiak Aquarius 12 Juni 2026: Mulai dari Cinta, Karier, Kesehatan, dan Keuangan
Menurut dia, investasi emas yang dimilikinya ditujukan untuk kebutuhan jangka panjang. Selain sebagai instrumen investasi, simpanan emas juga dipersiapkan untuk berbagai kebutuhan pada masa mendatang, termasuk kebutuhan anak.
“Betul emas saat ini memang lagi agak turun dalam beberapa waktu terakhir. Bagi saya pribadi, investasi emas lebih untuk ke jangka panjang, jadi gak langsung ambil keputusan beli atau jual. Dan simpanan emas bagi saya juga persiapan di masa-masa mendatang nanti, termasuk persiapan buat kebutuhan anak nanti,” ujar Hakim kepada Jawapos, Jumat (12/6).
Ia mengaku berupaya menambah kepemilikan emas saat harga turun, selama anggaran yang dimiliki mencukupi. Pasalnya, pembelian emas secara berkala menjadi salah satu cara menabung untuk masa depan.
“Saat harga turun, sebisa mungkin saya berupaya untuk membeli lagi emas ketika budget-nya sudah mencukupi. Yaa itung-itung sebagai nabung sedikit-sedikit ya,” ujarnya.
Baca Juga: Bintangi Film Perumahan Laddaland, Titi Kamal Akui Nyaman Berkutat di Genre Horor
Pandangan serupa disampaikan seorang pedagang pakaian, Ariek, 29. Ia menilai penurunan harga emas bukan hal yang perlu dikhawatirkan karena pergerakan harga logam mulia tersebut memang telah terjadi sejak beberapa tahun terakhir.
“Menurut saya tentang kondisi emas yang terus turun itu tidak masalah, karena dari beberapa tahun lalu harganya juga seperti itu,” ujar Ariek.
Ariek menilai respons investor terhadap penurunan harga emas sangat bergantung pada tujuan awal pembelian. Menurut dia, investor yang membeli emas untuk kepentingan investasi jangka panjang cenderung tidak terlalu terpengaruh oleh fluktuasi harga.
“Karena tergantung tujuan awalnya, kalau beli emas untuk investasi tidak masalah, kecuali kayak orang FOMO mungkin berasa rugi untuk beli emas,” ujarnya.
Terkait keputusan menjual emas, Ariek mengaku hanya akan melepas aset tersebut jika menghadapi kebutuhan mendesak. Di luar kondisi itu, ia memilih mempertahankan kepemilikannya.
“Kalau untuk saya buat ngejual itu tergantung kalau ada kebutuhan mendadak saja, kalau tidak ya ditahan saja,” ucapnya.