← Beranda
Biaya Program Kehamilan Tak Murah, Akses Pembiayaan Jadi Kebutuhan Baru
Nanda PrayogaJumat, 22 Mei 2026 | 06.58 WIB
Seorang ibu bahagia dengan kehamilannya. (partystock)

 

JawaPos.com - Kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan reproduksi dan perencanaan keluarga terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Tidak hanya berkaitan dengan upaya memperoleh keturunan, layanan kesehatan fertilitas kini juga menjadi bagian dari perhatian pasangan dalam mempersiapkan kualitas hidup keluarga di masa depan.

Perencanaan kehamilan, pemeriksaan kesehatan reproduksi, hingga pendampingan medis kini semakin banyak dipandang sebagai bagian dari investasi jangka panjang untuk membangun keluarga yang sehat dan sejahtera.

Di tengah meningkatnya kebutuhan tersebut, akses terhadap layanan kesehatan reproduksi juga semakin berkembang dengan hadirnya berbagai fasilitas dan teknologi medis yang lebih modern.

Baca Juga: Kanker Payudara Masih Tinggi, Perlindungan Finansial dan Skrining Jadi Kebutuhan

Namun, di balik kemajuan itu, aspek pembiayaan masih menjadi tantangan bagi sebagian masyarakat. Biaya prosedur medis terkait program kehamilan dan fertilitas yang relatif besar membuat banyak pasangan perlu menyiapkan perencanaan keuangan secara lebih matang agar seluruh proses dapat dijalani dengan optimal.

Selain itu, kebutuhan layanan kesehatan reproduksi umumnya tidak hanya dilakukan dalam satu tahapan, melainkan membutuhkan pendampingan berkelanjutan. Mulai dari konsultasi awal, pemeriksaan medis, tindakan penunjang, hingga program kehamilan tertentu sering kali memerlukan biaya tambahan yang tidak sedikit.

Melihat kebutuhan itu, Indodana Finance dengan Ovy Health menyediakan layanan pembiayaan untuk program kesehatan reproduksi dan fertilitas. Kolaborasi ini memungkinkan pengguna aplikasi mengakses layanan pembayaran melalui PayLater.

Baca Juga: Tes Urine 50 Vaper di Bekasi Negatif Narkoba, Komunitas Vape Tegaskan Dukung Perang Melawan NAPZA

Direktur Indodana Finance Iwan Dewanto mengatakan, langkah ini menjadi bagian dari upaya perusahaan mendukung masyarakat dalam mengakses layanan kesehatan reproduksi dan perencanaan keluarga.

”Dengan sistem pembiayaan yang mudah dan fleksibel, kami ingin memberdayakan masyarakat dalam mewujudkan fondasi keluarga yang sehat dan sejahtera,” ujar Iwan.

Sementara itu, CEO Ovy Health, Sastya Wardani, menyebut langkah ini memberikan alternatif pembiayaan tambahan bagi pasien yang menjalani prosedur medis kesuburan maupun program kehamilan.

”Kemudahan pembayaran dan akses finansial ini sangat penting dalam membuka akses kesehatan selebar-lebarnya sehingga bisa berfokus pada hasil yang optimal,” kata Sastya.

Melalui langkah tersebut, kedua perusahaan berharap masyarakat dapat memiliki akses yang lebih luas terhadap layanan kesehatan fertilitas dengan dukungan sistem pembiayaan yang lebih fleksibel dan terencana.

EDITOR: Latu Ratri Mubyarsah