← Beranda
Menko Airlangga Kunjungi Industri Strategis di Belarus, Jajaki Kerja Sama Alat Berat hingga Pertanian Modern
R. Nurul Fitriana PutriSabtu, 16 Mei 2026 | 01.40 WIB
Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat melakukan kunjungan industri di Belarus (Dok. Kemenko Ekon)

 

JawaPos.com – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memulai rangkaian Sidang Komisi Bersama (SKB) ke-8 RI–Belarus dengan mengunjungi sejumlah industri strategis di Minsk, Belarus.

Langkah tersebut dilakukan untuk memperkuat kerja sama perdagangan dan mengoptimalkan implementasi Indonesia–Eurasian Economic Union Free Trade Agreement (I-EAEU FTA).

Dalam kunjungan pada Kamis (14/5) waktu setempat, Airlangga memenuhi undangan Deputi Perdana Menteri Belarus dengan meninjau sejumlah perusahaan manufaktur utama di sektor alat berat, kendaraan komersial, hingga mekanisasi pertanian modern.

Adapun perusahaan yang dikunjungi yakni Minsk Tractor Works (MTZ), MAZ (Minsk Automobile Plant), dan BelAZ Holding Management Company. Adapun ketiganya dikenal sebagai tulang punggung industri manufaktur Belarus yang memiliki keunggulan dalam produksi alat berat dan teknologi pertanian modern.

Airlangga mengatakan, penjajakan kerja sama dengan perusahaan-perusahaan Belarus sejalan dengan agenda pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional melalui modernisasi pertanian dan penyediaan alat berat yang efisien.

“Kami melihat perusahaan-perusahaan Belarus berpengalaman dalam memproduksi berbagai macam produk alat berat, terutama yang dapat memperkuat industrialisasi, mekanisasi pertanian modern, serta pengembangan industri alat berat di Indonesia,” ujar Airlangga dalam keterangannya, Jumat (15/5).

Belarus sendiri, kata dia, memiliki basis industri manufaktur yang cukup kuat. Kontribusi sektor manufaktur negara tersebut tercatat mencapai sekitar 20,3 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional pada 2024.

Terlebih, Belarus juga dikenal unggul dalam pengembangan agroindustri dan mekanisasi pertanian, dengan tingkat swasembada pangan mencapai sekitar 96 persen.

Dalam kunjungan ke Minsk Tractor Works (MTZ), Airlangga meninjau pengembangan teknologi traktor dan alat mesin pertanian yang dinilai berpotensi mendukung pengembangan food estate serta peningkatan produktivitas pertanian di Indonesia.

"MTZ meyakinkan bahwa semua alat berat dan mesin bisa disesuaikan dengan kebutuhan pemesan. Selain itu, MTZ juga menawarkan pelatihan dan transfer teknologi untuk mendukung kerjasama tersebut," jelasnya.

Sementara itu, kunjungan ke MAZ difokuskan pada peluang pengembangan kendaraan komersial, bus, dan kendaraan khusus industri. Pembahasan mencakup peluang local assembly, transfer teknologi, hingga pengembangan kendaraan rendah emisi.

Di sisi lain, pembahasan dengan BelAZ Holding Company menitikberatkan pada penguatan kerja sama sektor alat berat pertambangan. Beberapa isu yang dibahas antara lain pengembangan maintenance ecosystem, local assembly, serta peluang rantai pasok ban kendaraan berat berbasis natural rubber asal Indonesia.

Dalam diskusi tersebut, turut dibahas potensi pengembangan singkong menjadi ethanol serta penggunaan baterai nikel untuk mendukung modernisasi alat berat di sektor pertanian dan pertambangan.

Airlangga menilai penggunaan baterai nikel pada kendaraan berat berpotensi meningkatkan efisiensi sekaligus mendukung keberlanjutan industri pertambangan. Terlebih, Indonesia saat ini mengekspor sekitar 800 juta ton batu bara per tahun sehingga kebutuhan dump truck yang efisien menjadi sangat penting.

Pemerintah Belarus juga disebut terus mempelajari kebutuhan alat berat di Indonesia. Namun, informasi detail terkait kebutuhan spesifik pasar domestik masih dinilai terbatas.

"Untuk mengatasi ini, peningkatan komunikasi antara pelaku industri dan pemerintah kedua negara guna membantu memastikan bahwa produk dan solusi yang ditawarkan benar-benar sesuai dengan kebutuhan di lapangan," tukasnya.

EDITOR: Estu Suryowati