JawaPos.com – Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan Badan Pengelola Investasi Danantara Indonesia untuk memangkas suku bunga kredit ultra mikro di PT Permodalan Nasional Madani (PNM) dalam program Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera atau Mekaar hingga menjadi 8 persen.
Prabowo menyoroti tingginya bunga kredit bagi nasabah PNM Mekaar yang mencapai 24 persen untuk pinjaman supermikro senilai Rp2 juta hingga Rp10 juta. Menurut dia, kondisi tersebut tidak adil karena pengusaha besar justru memperoleh akses kredit dengan bunga jauh lebih rendah dari perbankan.
“Suku bunga dalam program Permodalan Nasional Madani (PNM) Mekar itu yang kredit supermikro, kredit supermikro Rp2 juta, Rp3 juta, Rp5 juta, Rp10 juta rupiah, mereka dikenakan bunga 24 persen,” ujar Prabowo dalam Acara Penyerahan Denda Administratif dan Lahan Kawasan Hutan di Jakarta, Rabu (13/5).
“Padahal pengusaha-pengusaha besar kalau ke bank, mungkin dapat 10 persen, 9 persen, iya Pak Rosan," sambungnya.
Kepala Negara ini bahkan mempertanyakan keberpihakan sistem ekonomi Indonesia terhadap masyarakat kecil jika bunga kredit untuk rakyat miskin lebih tinggi dibanding kalangan berpenghasilan besar. Oleh karena itu, Prabowo mengaku telah mengumpulkan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, jajaran menteri ekonomi, serta Danantara untuk mengambil keputusan terkait penurunan bunga kredit ultra mikro tersebut.
“Bayangkan, orang kaya dikasih 9 persen. Orang miskin 24 persen. Ini negara Pancasila, atau apa, saya ndak paham,” tegasnya.
“Saya kumpul dengan Menteri Keuangan, Menteri-Menteri Ekonomi kumpul dengan Danantara. Saya instruksikan ini keputusan politik, saya sudah ambil, bahwa bunga untuk PNM untuk kredit keluarga pra sejahtera dari 24 persen, kita turunkan harus di bawah 9 persen,” ungkapnya.
Dalam acara tersebut, Prabowo meminta kepastian dan kesiapan Danantara untuk menjalankan kebijakan itu. Di lokasi yang sama, Prabowo sempat bertanya kepada CEO Danantara Indonesia, Rosan Roeslani soal besaran bunga kredit itu dan menyebut angka bunga baru dipatok sebesar 8 persen.
“Danantara, bisa? Berapa persen? 8 persen. Kamu sengaja pilih angka 8 persen, kenapa enggak 7 persen? Yaudah pokonya harus di bawah 9 persen,” lanjutnya.
Prabowo menegaskan, kebijakan tersebut merupakan bentuk keberpihakan pemerintah terhadap masyarakat kecil agar memperoleh akses pembiayaan yang lebih murah dan adil. “Masa orang miskin bayar bunganya lebih besar daripada orang kaya,” tandasnya.