← Beranda
Pantai Tanjung Pasir hingga Pulau Damar Dipenuhi Sampah Plastik, Riset AXA Soroti Risiko Iklim
Nanda PrayogaSabtu, 9 Mei 2026 | 21.30 WIB
Pantai Tanjung Pasir hingga Pulau Damar dipenuhi sampah plastik. (Dok. AXA)

 

JawaPos.com - Data dari Komunitas Langit Biru Pertiwi menunjukkan sebagian besar sampah yang ditemukan di kawasan Pantai Tanjung Pasir berupa plastik sekali pakai dan sampah anorganik yang berasal dari aktivitas masyarakat pesisir maupun wisatawan.

Sementara itu, di Pulau Damar sekitar 60-70 persen sampah didominasi plastik sekali pakai seperti kantong plastik, botol minuman, dan kemasan makanan yang diduga merupakan sampah kiriman dari wilayah lain. Temuan tersebut memperlihatkan bahwa persoalan sampah plastik masih menjadi ancaman serius bagi kawasan pesisir.

Kondisi itu juga sejalan dengan hasil survei AXA Future Risk Report 2025 yang menempatkan perubahan iklim sebagai risiko terbesar dalam kategori Emerging Risk. Perubahan iklim dinilai mampu memperbesar dampak berbagai risiko lain, mulai dari kesehatan, ekonomi global, hingga geopolitik, sehingga meningkatkan kerentanan masyarakat.

Presiden Direktur AXA Financial Indonesia, Niharika Yadav, mengatakan, perubahan iklim sejatinya menduduki risiko tertinggi dalam kategori Emerging Risk, sehingga dibutuhkan langkah konkret dan kolaboratif untuk mengatasinya.

Baca Juga: KoinP2P Tersandung Kasus Hukum, OJK Panggil Pemegang Saham Pastikan Operasional dan Layanan Tetap Berjalan

“Oleh karena itu, AFI melakukan aksi nyata untuk dapat mengurangi dampak perubahan iklim yang disebabkan oleh sampah plastik melalui kegiatan AFI Berbagi,” kata Yadav dalam keterangannya, Sabtu (9/5).

Sejalan dengan ini, AXA Financial Indonesia (AFI) melakukan aksi bersih pantai (beach clean-up) di Pulau Damar, Kepulauan Seribu, bersama Langit Biru Pertiwi. Program tersebut menjadi bagian dari implementasi komitmen global AXA dalam mendorong keberlanjutan dan tanggung jawab sosial.

Sementara itu, Co-founder Langit Biru Pertiwi, Nadia Mulya, menyampaikan, bahwa langkah ini menunjukkan bahwa korporasi bisa mengambil peran dalam upaya pelestarian lingkungan sekaligus menunjukkan kepedulian terhadap kesehatan dan pemberdayaan masyarakat pesisir melalui edukasi literasi finansial.

“Besar harapan kami kolaborasi seperti ini bisa mendorong langkah serupa bagi pemangku kepentingan lainnya agar bisa bergerak bersama menuju perubahan positif dan berkelanjutan, khususnya untuk pengelolaan sampah yang lebih baik,” ungkapnya.

Selain aksi bersih pantai, terdapat pula program pencegahan risiko melalui layanan pemeriksaan kesehatan gratis untuk 82 warga pesisir Pantai Tanjung Pasir bekerja sama dengan RS Mayapada Bogor. Pemeriksaan yang diberikan meliputi pengecekan tekanan darah, asam urat, kolesterol, serta konsultasi dokter tanpa biaya.

Disertakan pula edukasi literasi keuangan kepada 90 warga dan nelayan di sekitar Pantai Tanjung Pasir. Materi yang disampaikan mencakup pengelolaan keuangan rumah tangga, cara membedakan kebutuhan dan keinginan, hingga pemahaman mengenai pinjaman online. Edukasi tersebut diharapkan dapat membantu memperkuat ketahanan ekonomi keluarga masyarakat pesisir sekaligus meningkatkan kesadaran finansial mereka.

 

EDITOR: Sabik Aji Taufan