← Beranda
Perebutan Kursi Pimpinan HIPMI Dimulai, William Heinrich Bawa Gagasan Penguatan Ekonomi Nasional
Syahrul YunizarJumat, 17 April 2026 | 19.41 WIB
Bakal Calon Ketum BPP HIPMI William Heinrich menjelaskan rencana dan gagasan yang bakal dia bawa dalam pemilihan ketum BPP HIPMI tahun ini. (Istimewa)

 

JawaPos.com - Sejumlah bakal calon ketua umum (ketum) Badan Pengurus Pusat (BPP) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) bersaing untuk mengisi kursi pucuk pimpinan organisasi tersebut. William Heinrich sebagai salah seorang bakal calon membawa gagasan yang dia sebut HIPMI 8%.

Melalui keterangan resmi yang disampaikan kepada awak media pada Jumat (17/4), William menjelaskan bahwa gagasan HIPMI 8% merupakan paradigma baru dalam mendorong penguatan ekonomi nasional. Dia memastikan, gagasan itu bukan sekedar slogan belaka, melainkan strategi yang terukur.

Tujuannya tidak lain untuk mendukung arah pembangunan ekonomi yang selaras dengan visi Presiden Prabowo Subianto. Menurut William, target pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen harus dipahami sebagai kebutuhan strategis bangsa Indonesia.

”Indonesia membutuhkan lompatan besar agar mampu keluar dari jebakan negara berpendapatan menengah atau middle income trap, terlebih di tengah momentum bonus demografi yang tidak akan berlangsung selamanya,” kata dia.

Baca Juga: 8 Rekomendasi Mangut Enak di Semarang: Kuliner Khas Asap Pedas dengan Cita Rasa Ala Pesisir

Untuk itu, William menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan sektor riil. Dia menyebut, keterbatasan fiskal negara adalah tantangan tersendiri dalam upaya mendorong pertumbuhan ekonomi. Bila terpilih menjadi ketum BPP HIMPI, dia memastikan akan berperan lebih aktif sebagai penggerak utama ekonomi.

”Organisasi pengusaha muda ini harus bertransformasi menjadi kekuatan produktif yang mampu menciptakan nilai tambah, bukan sekadar bergantung pada proyek-proyek pemerintah,” imbuhnya.

Bagi William, kunci percepatan pertumbuhan ekonomi terletak pada efisiensi. Tingginya rasio ICOR di Indonesia, lanjutnya, menjadi indikator bahwa penggunaan modal masih belum optimal. Untuk menjawab persoalan tersebut, dia akan mendorong peningkatan produktivitas melalui digitalisasi usaha, pemanfaatan teknologi, serta perbaikan sistem rantai pasok.

”Dengan langkah ini, investasi yang masuk diharapkan dapat menghasilkan output yang lebih besar dengan biaya yang lebih efisien,” ucap dia.

Tentu saja efisiensi bukan satu-satunya aspek yang mendapat perhatian, dalam keterangannya William turut menggarisbawahi pentingnya memperluas basis penerimaan negara. Apalagi di tengah kebijakan pemerintah yang tengah berusaha menjaga daya beli masyarakat

”HIPMI akan difokuskan sebagai wadah yang mampu melahirkan pengusaha baru yang berkembang dan berkontribusi terhadap penerimaan pajak negara secara berkelanjutan,” jelasnya.

Lebih lanjut, William menyampaikan bahwa dirinya menarget lahirnya 10 ribu pengusaha produktif baru. Dia berkomitmen melakukan reformasi terhadap indikator kinerja organisasi HIPMI, baik di tingkat pusat maupun daerah. Bahkan dia berani memproyeksikan kontribusi HIPMI hingga Rp 20 triliun untuk tambahan output ekonomi di pasar domestik.

Baca Juga: Simak, Jadwal Shalat untuk Wilayah Makassar Besok, Sabtu 18 April 2026

William pun mengakui bahwa kehadiran Danantara menjadi peluang besar. Karena itu, dia berniat membentuk HIPMI Capital Desk yang tujuannya menyiapkan anggota HIPMI agar memenuhi standar investasi, mulai dari tata kelola hingga prinsip keberlanjutan. Sehingga pengusaha muda mampu menjadi mitra strategis dalam penyerapan investasi, baik dari dalam maupun luar negeri.

”Mindset HIPMI 8% merupakan komitmen untuk menjadikan HIPMI sebagai akselerator ekonomi nasional. Dengan pengusaha muda yang efisien, inovatif, dan terhubung dalam jejaring yang kuat, target pertumbuhan ekonomi 8 persen bukanlah hal yang mustahil untuk dicapai,” pungkasnya.

Dalam pemilihan ketum BPP HIPIMI kali ini, William bersaing dengan bakal calon lain seperti Anthony Leong, Reynaldo Bryan, Ade Jona Prasetyo, dan Afifuddin Suhaeli Kalla. Mereka sudah mengambil formulir pendaftaran sebagai awal proses administratif.

 

EDITOR: Sabik Aji Taufan