← Beranda
Purbaya Klaim Rating Kredit Utang RI Masih Stabil, S&P Pertahankan Level BBB
R. Nurul Fitriana PutriJumat, 17 April 2026 | 03.40 WIB
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (istimewa)

JawaPos.com – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan rasio kredit utang Indonesia tetap aman dan stabil. Hal ini merujuk pada hasil pertemuannya dengan Standard & Poor's (S&P) yang mempertahankan rating Indonesia di level BBB dengan outlook stabil.

Diketahui rating Triple B (BBB) adalah kategori "Investment Grade" atau layak investasi yang menunjukkan tingkat risiko gagal bayar (default) yang relatif rendah.

Menurut Purbaya, keputusan S&P tersebut mencerminkan kepercayaan terhadap pengelolaan fiskal pemerintah, terutama dalam menjaga defisit anggaran tetap terkendali.

Baca Juga: Bukan Cuma Wortel! Berikut Deretan Buah yang Mampu Menjaga Kesehatan Mata

“Mereka (S&P) menanyakan cukup detail kondisi fiskal kita termasuk defisit tahun ini dan tahun lalu utamanya mereka ingin melihat apakah kita konsisten menjaga dibawah 3 persen dari PDB,” ujar Purbaya usai pertemuan di Washington DC, dikutip Kamis (16/4).

Ia menekankan, disiplin fiskal tersebut sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang meminta agar keseimbangan anggaran tetap dijaga di tengah tekanan global.

"Saya bilang kita konsisten dengan kebijakan itu, Presiden Prabowo telah memberikan arahan bahwa defisit kita dijaga dibawah 3 persen,” imbuh Purbaya.

Meski sempat menyoroti rasio pembayaran utang terhadap pendapatan negara, Purbaya memastikan kondisi tersebut masih dalam batas aman dan terkendali. Pemerintah, kata dia, terus melakukan perbaikan struktural untuk memperkuat penerimaan negara.

Baca Juga: Prediksi Dan Link Live Streaming Celta vs Freiburg: Tuan Rumah Wajib Menang Besar untuk Lolos Semifinal

"Saya sampaikan ke mereka kita sudah restrukturisasi organisasi Pajak dan Cukai supaya performnya lebih baik,” kata Purbaya.

"Dan ketika kita beritahu bahwa dua bulan tahun ini pertumbuhan pajak 30 persen dan dibulan januari-maret dibanding tahun lalu tumbuh 20 persen mereka sepetinya cukup puas,” ucap Purbaya.

Data Kementerian Keuangan menunjukkan penerimaan pajak tumbuh sekitar 30 persen dalam dua bulan pertama tahun ini, dan naik 20 persen pada periode Januari–Maret dibandingkan tahun lalu.

Selain faktor fiskal, Bendahara Negara ini menyampaikan bahwa S&P juga mencermati perbaikan kinerja ekonomi, khususnya pada triwulan IV yang menunjukkan tren penguatan. Defisit anggaran pun diperkirakan tetap terjaga di kisaran 2,8–2,9 persen terhadap PDB.

“Indikatornya positif. Mereka melihat aktivitas ekonomi kita membaik, baik dari sisi makro maupun mikro,” ungkap Purbaya.

Baca Juga: Kami Butuh Tiga Poin! Rakhmat Basuki Siapkan Misi Senyap Madura United Bungkam Persebaya Surabaya di GBT

Terkait rasio pembayaran bunga utang yang berada di atas 15 persen terhadap pendapatan, pemerintah berkomitmen untuk terus memantau dan menjaga agar tidak membebani fiskal.

“Saya bilang itu akan kita monitoring terus dan pastikan keadaan ekonomi tetap baik dan fiskal akan tetap kita jaga dan tidak memburuk dari sisi pembayaran,” tukas Purbaya.

EDITOR: Bintang Pradewo