← Beranda
Harga Plastik Naik Imbas Konflik Timur Tengah, Ini 7 Sektor yang Berpotensi Terdampak
Fatah ElhuseinRabu, 8 April 2026 | 16.20 WIB
Ilustrasi botol plastik. harga plastik naik imbas konflik di Timur Tengah, dan berpotensi berdampak pada sedikitnya tujuh industri. (Freepik)

JawaPos.com – Ketegangan di Timur Tengah yang berujung pada gangguan pasokan petrokimia menjadi pemicu utama lonjakan harga sejumlah komoditas. Salah satunya adalah plastik.

Kenaikan harga ini terutama terjadi pada plastik yang termasuk golongan bahan dasar industri. Di antaranya polyethylene (PE) dan polypropylene (PP).

Melansir dari laporan Investing.com, konflik yang melibatkan Iran dan Amerika Serikat ini berdampak langsung pada distribusi bahan petrokimia dunia.

Situasi semakin memburuk setelah terganggunya jalur logistik di Selat Hormuz, yang selama ini menjadi salah satu rute vital pengiriman energi dan bahan baku industri.

Baca Juga: Trump Hentikan Serangan ke Iran Selama 2 Pekan, Beri Syarat Selat Hormuz Harus Dibuka

Pembatasan akses di Selat Hormuz membuat pasokan bahan baku plastik di sejumlah negara jadi tersendat.

Kondisi ini mendorong kenaikan harga secara cepat karena distribusi global tidak berjalan normal, sementara permintaan tetap tinggi.

Dampaknya mulai dirasakan di berbagai sektor. PE dan PP yang menjadi bahan utama kemasan, produk rumah tangga, hingga industri manufaktur mengalami tekanan harga.

Jika situasi geopolitik tidak segera mereda, kenaikan ini berpotensi meluas dan berdampak langsung pada harga barang konsumsi di tingkat global.

Berikut tujuh sektor yang berpotensi terdampak kenaikan harga plastik PE dan PP.

Baca Juga: Serang Berbagai Infrastruktur Iran, AS Berupaya Hindari Tuduhan Kejahatan Perang

1. Industri Makanan dan Minuman

Kenaikan harga PE dan PP langsung berdampak pada industri makanan dan minuman.

Kedua bahan ini digunakan untuk kemasan seperti botol, plastik pembungkus, hingga wadah makanan siap saji.

Ketika harga bahan baku meningkat, produsen menghadapi tekanan biaya produksi. Dalam banyak kasus, perusahaan akan menyesuaikan harga jual produk untuk menjaga margin.

Akibatnya, konsumen berpotensi menghadapi kenaikan harga pada berbagai produk konsumsi pangan harian

2. Sektor E-commerce dan Logistik

Industri e-commerce sangat bergantung pada plastik berbahan PE, terutama untuk kantong pengiriman, plastik pelindung, dan bubble wrap.

Baca Juga: AS Tinjau Target Infrastruktur Iran, Pentagon Khawatir Tuduhan Kejahatan Perang

Kenaikan harga bahan-bahan ini membuat biaya operasional logistik ikut meningkat.

Dalam skala besar, perusahaan pengiriman bisa melakukan penyesuaian tarif untuk menutup kenaikan biaya. Hal ini pada akhirnya berdampak pada harga barang yang dibeli konsumen secara online.

3. Produk Rumah Tangga

Banyak produk rumah tangga seperti ember, galon, wadah makanan, hingga botol deterjen dibuat dari PP dan PE.

Kenaikan harga kedua bahan plastik ini langsung memengaruhi biaya produksi barang-barang tersebut.

Karena produk rumah tangga termasuk kebutuhan rutin, kenaikan harga di sektor ini akan terasa langsung oleh masyarakat.

Baca Juga: Iran Lancarkan Serangan Balasan Besar-besaran, Targetkan Basis AS dan Israel serta Fasilitas Energi di Teluk

Dampaknya bisa meluas karena hampir setiap rumah tangga masih menggunakan produk berbasis plastik.

4. Industri Otomotif

Di sektor otomotif, PP digunakan untuk berbagai komponen seperti dashboard, bumper, hingga bagian interior kendaraan. PE juga digunakan dalam beberapa komponen pendukung.

Kenaikan harga bahan baku dapat meningkatkan biaya produksi kendaraan. Dalam jangka panjang, kondisi ini berpotensi memengaruhi harga jual mobil dan sepeda motor di pasar.

5. Konstruksi dan Infrastruktur

Plastik berbahan PE banyak digunakan dalam pipa air dan sistem saluran, sementara PP digunakan dalam berbagai komponen bangunan.

Kenaikan harga bahan ini berdampak langsung pada biaya proyek konstruksi. Dalam proyek berskala besar, peningkatan biaya material bisa memengaruhi anggaran pembangunan.

Baca Juga: Serangan Balasan Iran Meluas: IRGC Klaim Hantam Kapal Israel hingga USS Tripoli

6. Alat Kesehatan

PP menjadi bahan utama dalam produksi alat kesehatan seperti syringe, wadah medis, dan perlengkapan sekali pakai. PE juga digunakan dalam berbagai komponen pendukung.

Kenaikan harga bahan baku dapat meningkatkan biaya produksi alat kesehatan.

Dalam kondisi tertentu, hal ini bisa berdampak pada biaya layanan kesehatan, terutama jika berlangsung dalam jangka panjang.

7. Industri Tekstil dan Produk Turunan

PE dan PP juga digunakan dalam produksi serat sintetis untuk tekstil, karpet, hingga berbagai produk industri.

Kenaikan harga bahan ini membuat biaya produksi sektor tekstil ikut meningkat.

Baca Juga: Trump Ancam 'Hancurkan Iran dalam Semalam', Ketegangan Memuncak Jelang Deadline AS

Selain itu, berbagai produk turunan seperti tali plastik dan bahan industri lainnya juga terdampak.

Dampaknya bisa meluas ke sektor manufaktur yang bergantung pada bahan berbasis plastik.

 

EDITOR: Bayu Putra