← Beranda
Kinerja Tertinggi Sejak Disrupsi, Blue Bird Group Bukukan Pendapatan Rp 5,7 Triliun di 2025
Nanda PrayogaRabu, 1 April 2026 | 09.36 WIB
Ilustrasi armada Bluebird. (Salman Toyibi/Jawa Pos)

JawaPos.com – PT Blue Bird Tbk (BIRD) mencatatkan kinerja keuangan terbaik sejak era disrupsi teknologi transportasi berbasis aplikasi.

Pada tahun buku 2025, perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp 5,7 triliun atau tumbuh 13,2 persen secara tahunan (year-on-year/YoY). Pertumbuhan ini ditopang oleh kinerja solid di seluruh lini bisnis, baik taksi maupun non-taksi.

Dari sisi profitabilitas, Bluebird mencatat EBITDA sebesar Rp1,34 triliun serta laba bersih Rp643,4 miliar. Keduanya menunjukkan peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya.

Kinerja tersebut menegaskan bahwa perusahaan tidak hanya mampu bertahan dari tekanan disrupsi ride-hailing, tetapi juga berhasil melampaui capaian sebelum era tersebut.

Direktur Utama Bluebird, Andre Djokosoetono, menyebut capaian ini merupakan hasil konsistensi investasi dan transformasi layanan.

“Pencapaian ini mencerminkan konsistensi kinerja di tengah investasi berkelanjutan untuk peremajaan armada, peningkatan kesiapan layanan, serta pengembangan kapabilitas digital,” ujarnya.

Baca Juga: Pola Perjalanan Ramadan–Lebaran Berubah, Bluebird Group Perkuat Layanan Transportasi untuk Kenyamanan Customer

Sepanjang 2025, Bluebird menambah sekitar 1.800 unit armada baru, sehingga total armada kini mencapai lebih dari 26.000 unit, termasuk kendaraan listrik.

Ekspansi juga dilakukan melalui penambahan jaringan operasional, dengan total 58 pool serta lebih dari 1.300 titik pangkalan di berbagai kota.

Penguatan kanal digital menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan. Aplikasi MyBluebird mencatatkan kenaikan pengguna lebih dari 30 persen.

Saat ini, sekitar 40 persen transaksi dilakukan melalui aplikasi tersebut. Selain itu, fitur Fixed Price juga mengalami lonjakan penggunaan hingga dua kali lipat, mencerminkan preferensi pelanggan terhadap kepastian tarif.

Dalam aspek keberlanjutan, Bluebird terus memperluas penggunaan kendaraan listrik di berbagai kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Bandung, dan Medan.

Perusahaan juga menjalankan berbagai program sosial, termasuk program Kartini Bluebird, beasiswa, hingga umrah bagi mitra pengemudi dan karyawan, yang telah menjangkau lebih dari 70.000 penerima manfaat.

Komitmen ESG Bluebird turut diakui melalui keikutsertaan dalam indeks IDX KEHATI.

Memasuki 2026, Bluebird mengusung strategi “Gerak Cepat, Layan Tepat, Tumbuh Pesat” untuk memperkuat posisi sebagai penyedia layanan Mobility-as-a-Service.

Fokus utama perusahaan mencakup ekspansi ke kota-kota strategis, pengembangan layanan multimoda, serta peningkatan fleksibilitas model bisnis sesuai kebutuhan pelanggan.

Bluebird juga akan mendorong pertumbuhan melalui optimalisasi kanal digital dan kemitraan strategis, tanpa berfokus pada perang harga.

“Ke depan, kami akan terus mendorong pertumbuhan berkelanjutan melalui kualitas layanan dan relevansi solusi,” tutup Andre.

EDITOR: Edy Pramana