JawaPos.com - Ramadhan dan Idul Fitri diprediksi membawa berkah bagi pertunmbuhan ekonomi Indonesia.
Direktur Eksekutif Center of Economics and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira memprediksi pertumbuhan ekonomi pada kuartal I-2026 mencapai 5,05 persen.
Kondisi itu tidak lepas dari meningkatnya belanja masyarakat selama periode Ramadhan serta Idul Fitri.
“Pertumbuhan ekonomi kuartal I-2026 diperkirakan sebesar 5,05 persen dipengaruhi faktor seasonal Ramadhan-Lebaran,” ujar Bhima di Jakarta, Rabu (25/3) sebagaimana dilansir dari Antara.
Baca Juga: Menhub Dudy Sebut FWA sukses Bikin Puncak Arus Balik Lebaran Lebih Longgar
Pada dasarnya, kata Bhima, pertumbuhan ekonomi pada tiga bulan pertama 2026 mampu melampaui angka proyeksinya di 5,05 persen.
Hanya saja, terdapat beberapa tantangan yang membuat konsumsi rumah tangga relatif lebih terbatas.
Pemicu pertama adalah langkah masyarakat yang cenderung menahan uang tunjangan hari raya (THR) untuk dibelanjakan, dan memilih mengalokasikannya sebagai tabungan.
langkah itu kemungkinan besar dipengaruhi oleh kekhawatiran melonjaknya harga energi dan pangan usai Lebaran.
Sementara, belanja masyarakat yang tertahan kemungkinan bakal menahan laju pertumbuhan ekonomi.
Baca Juga: Bandung Jadi Primadona Liburan Lebaran, Ini 16 Rekomendasi Wisata Paling Hits di Kota Kembang
Karena itu, Bhima mendorong pemerintah untuk memperhatikan pengendalian inflasi pada periode mudik. Sehingga masyarakat lebih percaya diri untuk membelanjakan uang THR mereka.
Faktor penghambat lainnya adalah arus balik masyarakat yang belum optimal lantaran lapangan pekerjaan di kota yang terbatas.
Umumnya, lanjut Bhima, para pencari kerja memanfaatkan momen Idul Fitri untuk merantau ke kota.
Maka dari itu, Bhima mendorong pemerintah untuk lebih menggencarkan penciptaan lapangan kerja agar jumlah pemudik tumbuh lebih tinggi dan berkualitas.
Selain itu, pemerintah juga bisa mengoptimalkan pertumbuhan ekonomi pada musim Ramadhan dan Idul Fitri melalui dukungan terhadap sektor pariwisata.
Baca Juga: Liburan Lebaran di Jakarta: Ini 25 Rekomendasi Wisata Favorit dan Seru untuk Keluarga!
“Secara musiman, mudik memberi dorongan ke sektor pariwisata. Tapi ke depan perlu promosi lebih gencar lagi ke destinasi wisata baru sehingga durasi tinggalnya lebih lama,” tutur dia.
sementara itu, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal I-2026 tumbuh di kisaran 5,5 persen hingga 5,6 persen (year-on-year/yoy).
Target ini didorong oleh percepatan belanja negara, stimulus fiskal, dan penguatan daya beli masyarakat, khususnya di tengah periode Ramadhan dan Idul Fitri.
Guna menjaga daya beli masyarakat dan memacu pertumbuhan ekonomi, pemerintah telah meluncurkan paket stimulus ekonomi pada kuartal I-2026.
Salah satunya adalah insentif transportasi untuk mudik Lebaran berupa diskon tiket kereta api 30 persen, angkutan laut 30 persen, jasa penyeberangan 100 persen, serta potongan harga tiket pesawat 17–18 persen.