JawaPos.com - Wakil Menteri Perindustrian, Faisol Riza, mengungkapkan bahwa hingga Februari 2025, industri pengolahan nonmigas berhasil menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar. Tercatat ada sekitar 19,60 juta tenaga kerja yang terserap.
“Dari sisi investasi, minat investor untuk berinvestasi di sektor industri juga sangat tinggi. Ini realisasinya mencapai Rp366,6 triliun atau setara sekitar 38,88 persen dari total investasi nasional. Oleh karena itu, hingga Februari 2025, sektor industri pengolahan non-MIGAS telah menyerap sekitar 19,60 juta tenaga kerja,” ujar Faisol dalam acara pembekalan Tim Ekspedisi Patriot di Balai Kartini, Jakarta, Senin (25/8).
Kinerja positif ini menurutnya sejalan dengan pertumbuhan sektor pengolahan nonmigas yang mencatat kenaikan impresif sebesar 5,6 persen secara tahunan.
“Sektor industri terus membuktikan bahwa menjadi sektor penopang utama perekonomian nasional, di mana sektor pengolahan non-MIGAS mencatat pertumbuhan impresif sebesar 5,6 persen year-on-year,” tuturnya.
Kontribusi besar sektor industri juga terlihat dari perannya terhadap produk domestik bruto (PDB) sebesar 16,92 persen. Bahkan di pasar global, manufaktur Indonesia masih menunjukkan kinerja solid, dengan ekspor industri pengolahan nonmigas pada semester pertama 2025 mencapai US$107,4 miliar atau 79,46 persen dari total ekspor nasional.
Faisol menegaskan, pencapaian ini menjadi bukti bahwa industri tidak hanya berfungsi sebagai penggerak roda ekonomi, melainkan juga sebagai penopang kesejahteraan masyarakat. “Ini menunjukkan bahwa industri bukan hanya penggerak ekonomi tapi juga pilar kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.