JawaPos.com - Tren digital tidak hanya memengaruhi percakapan di media sosial, tetapi juga diklaim dapat memicu fenomena budaya dan memberikan dampak nyata di masyarakat.
Kreator konten dinilai memiliki peluang untuk membangun komunitas, mengembangkan mata pencaharian, hingga mendorong pertumbuhan bisnis melalui karya mereka.
General Manager of Content Operations Southeast Asia TikTok, Angga Anugrah Putra, mengatakan tren yang berkembang di platform digital dapat melampaui aktivitas di layar dan memicu percakapan yang lebih luas.
"Di TikTok, tren tidak hanya lahir, tetapi juga dapat memantik percakapan bermakna, fenomena budaya, dan dampak nyata yang melampaui layar,” kata Angga dalam keterangan resminya, Senin (12/10).
Menurut dia, kreativitas kreator tidak hanya berkaitan dengan produksi konten, tetapi juga berpotensi membuka peluang ekonomi dan membangun hubungan antarkomunitas.
“Para nomine dari masing-masing negara di TikTok Awards tahun ini telah mengubah kreativitas dan semangat mereka menjadi peluang untuk membangun komunitas yang beragam, mata pencarian yang berkelanjutan, serta bisnis yang terus berkembang,” ujarnya.
Angga menyebut, kreator Indonesia juga berpeluang memperluas jangkauan karya mereka melalui ajang penghargaan tingkat Asia Tenggara yang untuk pertama kalinya digelar pada 2026.
“Melalui TikTok Awards Southeast Asia, kami ingin memberikan panggung regional bagi kreator Indonesia agar mereka dapat terus menginspirasi melalui karya yang autentik, membawa kebahagiaan, dan memantik dampak positif,” imbuhnya.
Dalam ajang tersebut, pengguna TikTok di negara masing-masing dapat memberikan suara kepada nomine lokal yang terbagi dalam 11 kategori. Pemungutan suara berlangsung pada 12–26 Oktober 2026.
Kreator dengan perolehan suara terbanyak di setiap kategori akan melaju sebagai perwakilan negaranya ke tingkat Asia Tenggara. Perwakilan negara dijadwalkan diumumkan pada 6 November 2026.
Sementara itu, para pemenang tingkat Asia Tenggara akan diumumkan pada 27 November 2026 di Bali, Indonesia.