← Beranda
Teknologi Makin Canggih, Investor Tetap Wajib Pahami Risiko Investasi
Dony Lesmana Eko PutraKamis, 13 Agustus 2026 | 03.04 WIB
ACM Mercantile Exchange bersama PT Smartin Advisor Sistem (SAS) mengadakan Workshop Journalist 2026 bertema “Pemanfaatan Teknologi dalam Mitigasi dan Menangkap Peluang Investasi” di Jakarta, Rabu (12/8/2026). (Istimewa)

JawaPos.com - Teknologi membuat aktivitas investasi semakin mudah dan cepat. Namun, kemudahan tersebut tidak menghilangkan risiko. Karena itu, literasi keuangan dan manajemen risiko dinilai tetap menjadi kunci bagi investor sebelum mengambil keputusan investasi.

ACM Mercantile Exchange bersama PT Smartin Advisor Sistem (SAS) mendorong peningkatan literasi keuangan sebagai salah satu cara untuk memitigasi risiko investasi.

Hal tersebut disampaikan dalam Workshop Journalist 2026 bertema “Pemanfaatan Teknologi dalam Mitigasi dan Menangkap Peluang Investasi” di Jakarta, Rabu (12/8/2026).

President Director ACM Mercantile Exchange Arwandi J Setiabudi mengatakan, penasihat berjangka memiliki peran penting dalam memberikan edukasi dan pengetahuan kepada investor.

Menurutnya, investasi selalu memiliki risiko sehingga investor tidak boleh hanya berfokus pada potensi keuntungan.

“Mitigasi risiko yang paling dasar adalah financial literacy. Ini merupakan salah satu peran utama penasihat berjangka untuk mengedukasi pasar,” ujar Arwandi.

Ia menambahkan, keputusan investasi tetap berada di tangan investor. Namun, pelaku industri perlu memberikan edukasi yang cukup agar masyarakat dapat memilih instrumen sesuai profil risikonya.

Teknologi Bantu Investor

Direktur Utama Smartin Odang Supriatna mengatakan, perkembangan teknologi digital dapat membantu investor melakukan analisis dan mengambil keputusan secara lebih terukur.

“Penggunaan teknologi digital membuat keputusan transaksi menjadi terukur berdasarkan mitigasi risiko sesuai profil investor,” katanya.

Smartin menyediakan sejumlah teknologi pendukung investasi, seperti expert advisor (EA), artificial intelligence (AI), sinyal perdagangan, indikator teknikal, dan program edukasi.

Teknologi tersebut dapat membantu membaca kondisi pasar dan menyusun strategi. Namun, investor tetap perlu memahami cara kerja teknologi dan risiko dari setiap transaksi.

AI Bukan Jaminan Cuan

Direktur Marketing Dupoin Futures Taufan mengatakan, pemanfaatan teknologi seperti AI dan EA harus tetap disertai manajemen risiko.

“Selain memahami potensi keuntungan, investor juga perlu memahami risiko agar dapat mengambil keputusan yang lebih bijak dan sesuai dengan profil risikonya,” ujarnya.

Sementara itu, Product Marketing Supervisor Bittime Fini Charisa menilai teknologi memiliki peran penting dalam membantu investor memahami pasar aset digital.

Namun, teknologi tidak berarti menghilangkan risiko investasi.

“Teknologi merupakan enabler, bukan pengganti pemahaman investor,” kata Fini.

Menurutnya, investor tetap harus memahami karakteristik aset, mekanisme transaksi, serta potensi kerugian sebelum melakukan investasi.

Dengan semakin berkembangnya teknologi investasi, literasi keuangan, pemahaman risiko, dan penggunaan teknologi secara bijak menjadi hal penting agar investor tidak hanya mampu menangkap peluang, tetapi juga siap menghadapi risikonya.

EDITOR: Dony Lesmana Eko Putra