← Beranda
IHSG Hari Ini Diprediksi Masih Lanjut Koreksi, Cek Rekomendasi Saham AMRT hingga BBRI
Djati Waluyo• Rabu, 23 September 2026 | 13.59 WIB
Pekerja berdiri di dekat layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (28/7/2026). (Hanung Hambara/Jawa Pos)

 

JawaPos.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan masih berpotensi melanjutkan koreksinya pada perdagangan Rabu (23/9), setelah ditutup melemah sebesar 1,69 persen ke level 6,277 pada perdagangan Selasa (22/9).

MNC Sekuritas dalam risetnya memperkirakan posisi IHSG sedang berada pada bagian dari wave a dari wave (x), sehingga IHSG akan menguji dahulu rentang area 6,208-6,258. Area penguatan terdekat IHSG berada di 6,333-6,364.

Adapun, posisi support IHSG saat ini berada di rentan 6,276-6,108 sedangkan resistance di level 6,440-6,535.

MNC Sekuritas merekomendasikan sejumlah saham yang menarik untuk dicermati pada perdagangan Rabu (23/9), yakni PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS), dan PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA).

Saham PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) direkomendasikan dengan strategi Trading Buy. Saham AMRT sebelumnya terkoreksi 0,76 persen ke level 1.305 dan disertai dengan munculnya tekanan jual.

MNC Sekuritas memperkirakan, posisi AMRT saat ini sedang berada di awal wave c dari wave (b). Investor dapat menerapkan strategi Trading Buy pada kisaran 1.290-1.305, dengan target harga 1.350 hingga 1.375 dan stop loss di bawah 1.280.

Selanjutnya, saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) direkomendasikan dengan strategi Buy on Weakness. Saham BBRI sebelumnya terkoreksi 3,64 persen ke level 3.180 dan didominasi oleh tekanan jual yang cenderung meningkat.

MNC Sekuritas memperkirakan, posisi BBRI saat ini sedang berada pada bagian dari wave (iv) dari wave [c]. Investor dapat melakukan strategi Buy on Weakness pada kisaran 3.100-3.180, dengan target harga 3.320 hingga 3.420 dan stop loss di bawah 3.080.

Berikutnya, saham PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) direkomendasikan dengan strategi Trading Buy. Saham PGAS sebelumnya terkoreksi 3 persen ke level 1.455 dan disertai dengan munculnya tekanan jual. Pergerakannya pun sudah berada di bawah MA60.

MNC Sekuritas memperkirakan, posisi PGAS saat ini sedang berada di akhir wave [c] dari wave X. Investor dapat menerapkan strategi Trading Buy pada kisaran 1.440-1.450, dengan target harga 1.490 hingga 1.525 dan stop loss di bawah 1.425.

Baca Juga: IHSG Berpotensi Lanjut Koreksi, Cek Level Support dan Rekomendasi Saham Hari Ini

Sementara itu, saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) direkomendasikan dengan strategi Buy on Weakness. Saham TPIA sebelumnya terkoreksi 3,72 persen ke level 1.810 dan disertai dengan munculnya tekanan jual.

MNC Sekuritas memperkirakan, posisi TPIA saat ini sedang berada pada bagian akhir dari wave v dari wave (c). Investor dapat melakukan strategi Buy on Weakness pada kisaran 1.790-1.810, dengan target harga 1.890 hingga 1.955 dan stop loss di bawah 1.765.

 

EDITOR: Kuswandi