← Beranda
Salah Satu Pusat Kawasan Industri, Karawang jadi Primadona Kedua setelah Bekasi
AntaraSelasa, 15 September 2026 | 13.35 WIB
ILUSTRASI. Karawang Assembly Plant 2 (KAP 2) milik PT Astra Daihatsu Motor di Kawasan Industri Surya Cipta, Karawang, Jawa Barat. (ANTARA/HO Daihatsu Indonesia)

 

JawaPos.com - Bupati Karawang, Jawa Barat, Aep Syaepuloh menyebutkan hingga saat ini daerahnya masih menjadi magnet investasi dengan capaian Rp 20,43 triliun per semester I 2026, menempati posisi tertinggi kedua di Provinsi Jawa Barat.

"Pada semester I tahun ini, realisasi investasi di Karawang menembus di angka Rp 20,43 triliun," kata Aep di Karawang, Senin (14/9).

Realisasi investasi di Karawang ini merupakan capaian tertinggi kedua setelah Kabupaten Bekasi di wilayah Jawa Barat.

Ia menyampaikan, capaian investasi yang cukup tinggi ini cukup bagus, menandakan masih tingginya kepercayaan investor terhadap Karawang.

Bupati mengajak agar semua kalangan masyarakat bisa bersama-sama menjaga iklim investasi, agar ke depan investasi di Karawang semakin meningkat.

Pada semester I tahun 2026, dengan capaian investasi Rp 20,43 triliun berdampak langsung terhadap penyerapan sekitar 15 ribu tenaga kerja.

Nilai investasi yang masuk ke Karawang yang mencapai Rp 20,43 triliun ini terdiri atas penanaman modal asing sebesar Rp 15.957.442.033.511 dan penanaman modal dalam negeri sebesar Rp 4.475.970.242.512.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Karawang, Iwan Ridwan menyampaikan, tingginya investasi ini menandakan masih tingginya kepercayaan investor terhadap Karawang.

Hingga kini, Karawang masih menjadi salah satu pusat kawasan industri yang didukung dengan infrastruktur yang lengkap. Sehingga masih banyak investor yang ingin menanamkan modalnya di Karawang.

“Karawang memiliki kawasan industri yang kuat, didukung infrastruktur dan keberadaan perusahaan berskala nasional maupun internasional. Faktor-faktor ini menjadi daya tarik tersendiri bagi investor," kata dia.

Pemkab Karawang akan terus berkomitmen untuk terus menjaga iklim investasi agar tetap kondusif, termasuk melalui peningkatan pelayanan kepada para pelaku usaha.

EDITOR: Estu Suryowati