← Beranda
BPDP Bantu Promosikan Produk UMKM Perkebunan Dukung Komoditas Berkelanjutan
Mohamad Nur AsikinSabtu, 29 Agustus 2026 | 22.30 WIB
BPDP berpartisipasi dalam Knowledge Exchange & Innovation Exhibition Jakarta 2026 dengan memperkenalkan produk UMKM Perkebunan. (Istimewa).

JawaPos.com – Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) secara konsisten mendukung pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) berbasis komoditas perkebunan lewat sejumlah promosi. Langkah ini menjadi bagian dari upaya memperkuat citra positif serta memperluas pemasaran komoditas perkebunan dan program-program BPDP.

Terbaru, BPDP berpartisipasi dalam Knowledge Exchange & Innovation Exhibition Jakarta 2026 sebagai salah satu kegiatan pendukung dari Regional Learning Forum on Sustainable Commodities: Advancing Sustainable Palm Oil and Cacao Through Regional Learning, Partnership, and Innovation, yang diinisiasi oleh Kementerian Koordinator Bidang Pangan dan United Nations Development Programme (UNDP).

Kepala Divisi Kerja Sama Kemasyarakatan dan UMKM BPDP, Helmi Muhansyah mengatakan bahwa partisipasi BPDP merupakan bagian dari komitmen untuk terus mendorong pengembangan komoditas perkebunan yang berkelanjutan, inovatif, dan berdaya saing.

“Partisipasi BPDP dalam kegiatan ini menjadi ruang untuk memperkenalkan beragam produk UMKM yang berasal dari komoditas perkebunan kepada masyarakat internasional. Tujuannya, membuka peluang kolaborasi serta pertukaran gagasan yang dapat memberikan manfaat nyata bagi pengembangan sektor yang perkebunan yang berkelanjutan,” ujar Helmi.

Baca Juga: Pagelaran Sabang Merauke 2026 Meriah, Kolaborasi UMKM Lewat Digitalisasi Merchant Jadi Daya Tarik

Kegiatan yang dilaksanakan pada tanggal 27 – 28 Agustus 2026 di Jakarta ini menjadi momentum strategis bagi BPDP untuk memperkenalkan peran, program, serta kontribusi BPDP dalam mendukung pengembangan sektor perkebunan, khususnya komoditas kelapa sawit, kakao, kelapa, dan produk turunannya. 

Kegiatan ini mempertemukan pemerintah, badan-badan PBB, pelaku sektor swasta, dan pemangku kepentingan sektor perkebunan dari Indonesia, Malaysia, dan Papua Nugini. 

Melalui kegiatan ini, BPDP melihat pentingnya pertukaran pengetahuan, pengalaman, serta inovasi dari berbagai pemangku kepentingan sebagai salah satu kunci dalam menjawab tantangan pembangunan sektor perkebunan. 

Inovasi yang dihasilkan tidak hanya perlu memberikan nilai tambah secara ekonomi, tetapi juga harus memperhatikan aspek lingkungan, sosial, serta keberlanjutan bagi generasi mendatang.

Bagi BPDP, forum seperti ini menjadi ruang strategis untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, akademisi, masyarakat, dan berbagai mitra pembangunan dalam menciptakan ekosistem perkebunan yang semakin produktif dan berkelanjutan.

“Kami percaya komoditas perkebunan Indonesia terutama kelapa sawit, kelapa, dan kakao dapat terus tumbuh, memberikan manfaat bagi masyarakat, sekaligus menjaga kelestarian lingkungan dan memperkuat kontribusinya terhadap pembangunan nasional,” ungkap Helmi. 

EDITOR: Mohamad Nur Asikin