JawaPos.com - Pemerintah Indonesia membuka peluang kerja sama teknologi dengan Rusia melalui pengembangan dan lokalisasi sejumlah teknologi yang dinilai relevan dengan kebutuhan industri nasional.
Menteri Perindustrian (Menperin), Agus Gumiwang Kartasasmita, mengatakan peluang kerja sama akan dilakukan untuk teknologi drone, robotika bawah air, sistem komunikasi mandiri untuk kondisi darurat, hingga teknologi pengolahan limbah.
Ia menyebut bahwa Indonesia telah menganggap Rusia sebagai salah satu mitra strategis dalam membangun industri yang lebih maju dan berdaya saing.
”Kami ingin hubungan kedua negara tidak berhenti pada perdagangan, tetapi berkembang menjadi kerja sama investasi, transfer teknologi, dan pengembangan kapasitas industri yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat kedua negara,” ujar Agus dalam keterangan tertulis yang diterima, Selasa (25/8).
Baca Juga: AI Bisa Bikin Realitas Sintetik, Komdigi Ingatkan Bahaya Bukti Palsu di Pengadilan
Agus mengatakan, peluang kerja sama diarahkan pada pemanfaatan teknologi dan penguatan kapasitas industri yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan Indonesia.
Sejumlah bidang menjadi perhatian bersama, antara lain peralatan telekomunikasi, agrokimia, otomatisasi industri, pengolahan limbah, serta teknologi lainnya yang berpotensi dikembangkan melalui kemitraan antarpelaku industri kedua negara.
Direktur Jenderal Ketahanan, Perwilayahan, dan Akses Industri Internasional (KPAII) Kementerian Perindustrian, Tri Supondy, menyampaikan bahwa peluang kerja sama tersebut perlu diarahkan pada bentuk kemitraan yang memberikan nilai tambah bagi industri di dalam negeri.
“Kerja sama Indonesia dan Rusia perlu diarahkan pada hal-hal yang menghasilkan manfaat nyata bagi industri, baik melalui investasi, alih teknologi, maupun kemitraan yang menghubungkan perusahaan kedua negara,” ujar Tri.
Ia menambahkan bahwa hubungan baik Indonesia dan Rusia perlu diterjemahkan ke dalam kerja sama ekonomi yang lebih nyata, termasuk melalui penjajakan teknologi yang dapat dikembangkan dan dilokalkan sesuai kebutuhan industri nasional.
Sementara itu, anggota Federation Council Rusia, Senator Ilyas Umakhanov, mengatakan terdapat banyak peluang untuk mengembangkan kerja sama teknologi antara Rusia dengan Indonesia.
Ia menjelaskan, Rusia memiliki teknologi drone untuk kebutuhan sipil, robotika bawah air yang sesuai dengan karakteristik Indonesia sebagai negara kepulauan, sistem komunikasi mandiri untuk kondisi darurat, serta teknologi pengolahan limbah yang dapat menghasilkan sumber daya yang bermanfaat bagi pertanian dan peternakan.
”Kami berharap teknologi tersebut dapat dikembangkan melalui kerja sama dan lokalisasi bersama di Indonesia,” ujar Ilyas.
Baca Juga: Jeong Eun Ji Apink Umumkan Jadwal Tur Asia Solo ‘Summer I’
Menurutnya, Rusia memiliki sejumlah teknologi yang berpotensi dikembangkan bersama dengan mitra di Indonesia. Kerja sama tersebut dapat disesuaikan dengan karakteristik dan kebutuhan Indonesia, termasuk melalui pengembangan teknologi di dalam negeri.
Tawaran tersebut selanjutnya menjadi bahan penjajakan kerja sama lanjutan untuk melihat kesesuaian teknologi dengan kebutuhan industri nasional serta peluang pengembangannya di Indonesia.
Pendekatan ini sejalan dengan kepentingan penguatan struktur industri nasional, di mana kerja sama internasional tidak hanya diarahkan pada masuknya produk atau teknologi, tetapi juga pada peningkatan kapasitas produksi, penguasaan teknologi, dan penciptaan nilai tambah di dalam negeri.