← Beranda
Targetkan Ekonomi 2026 Tumbuh 6 Persen, Prabowo Pamer Investasi Rp 1.010 Triliun
Djati WaluyoJumat, 14 Agustus 2026 | 19.51 WIB
Pidato Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Tahunan MPR RI serta Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI Tahun 2026 di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8/2026). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

 

JawaPos.com - Presiden Prabowo Subianto yakin target pertumbuhan ekonomi 6 persen dapat tercapai pada tahun 2026 dengan mendorong penerapan ebijakan yang dinilai tepat, rasional, dan menggunakan akal sehat.

Ia menjelaskan, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I tahun 2026 mencapai 5,61 persen. Sementara itu, pertumbuhan ekonomi pada semester I-2026 mencapai 5,45 persen. Selain itu, pada semester I tahun n2026, realisasi investasi mencapai Rp 1.010 triliun dan menciptakan 1,4 juta lapangan kerja.

“Dengan kebijakan-kebijakan yang tepat, yang rasional, yang menggunakan akal sehat, saya yakin, pertumbuhan ekonomi kita di akhir tahun ini bisa mencapai angka 6 persen,” ujar Prabowo dalam Sidang Tahunan DPR/MPR, Jakarta, Jumat (14/8).

Prabowo mengatakan, pemerintah tidak menjadikan pertumbuhan ekonomi dan investasi sebagai tujuan akhir. Ia menyebut kesejahteraan masyarakat sebagai tujuan utama dari kebijakan ekonomi pemerintah.

Baca Juga: Jalur Penerbangan Berubah, Perang Iran Bikin Incheon Jadi Bandara Internasional Tersibuk Dunia

Menurutnya, pertumbuhan ekonomi yang tinggi tidak akan memberikan manfaat apabila masyarakat tidak dapat menikmati hasilnya. Karena itu, setiap investasi harus memberikan dampak langsung terhadap penciptaan lapangan kerja dan peningkatan kualitas hidup masyarakat.

“Pertumbuhan tinggi, tidak bisa dinikmati oleh rakyat kita, kebanyakan tidak bermanfaat bagi kita. Setiap rupiah investasi harus menciptakan pekerjaan, harus menghasilkan perbaikan kualitas hidup rakyat kita, terutama rakyat kita yang paling bawah,” ujarnya.

Prabowo mengatakan orientasi tersebut menjadi arah pemerintahannya dalam menjalankan kebijakan ekonomi. Pemerintah, kata dia, tidak boleh meninggalkan masyarakat yang tidak berdaya.
“Itulah orientasi pemerintah yang saya pimpin. Kita tidak boleh meninggalkan mereka yang tidak berdaya, kita tidak boleh meninggalkan kelaparan ada di bumi Indonesia, Republik Indonesia anggota G20, tidak pantas ada rakyat kita yang lapar,” ungkapnya.

 

EDITOR: Sabik Aji Taufan