← Beranda
SMBC Indonesia Catat Laba Bersih Rp 1,4 Triliun di Semester Pertama 2026
Djati WaluyoSabtu, 1 Agustus 2026 | 14.29 WIB
Ilustrasi gedung SMBC. (SMBC)

 

JawaPos.com - PT Bank SMBC Indonesia Tbk. membukukan laba bersih setelah pajak konsolidasi yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 1,4 triliun pada Semester I-2026. Angka ini naik 40,3 persen dibandingkan periode sama tahun lalu year on year (yoy).

Direktur Utama SMBC Indonesia Henoch Munandar menyampaikan, laba bersih setelah pajak bank ini bahkan tumbuh lebih tinggi. Laba bersih naik 86 persen yoy menjadi Rp 1,066 triliun pada Semester I-2026.

Pertumbuhan kinerja itu mencerminkan komitmen perseroan dalam memperkuat fundamental bisnis. Hal ini agar mampu tumbuh secara sehat dan berkelanjutan di tengah dinamika ekonomi domestik dan global.

"Kami terus memperkuat fundamental bisnis agar perseroan mampu tumbuh secara sehat dan berkelanjutan," ungkap Henoch dalam keterangan tertulis yang diterima JawaPos.com pada Jumat (31/7).

Baca Juga: Produksi Listrik Panas Bumi Meningkat, Laba Bersih PGE Tumbuh 15,48 Persen di Kuartal II 2026

"Setiap langkah strategis diarahkan untuk menjaga keseimbangan antara pencapaian kinerja dan penciptaan nilai tambah agar hidup seluruh pemangku kepentingan menjadi bersama lebih bermakna," sambungnya. 

Salah satu langkah strategis yang ditempuh perseroan pada semester pertama tahun ini yakni pelaksanaan tahap pertama pengalihan portofolio kredit pensiun kepada PT Bank Tabungan Negara Tbk. (BTN).

Langkah ini dilakukan untuk menjaga keberlangsungan layanan kepada nasabah sekaligus memberikan fleksibilitas dalam mengalokasikan modal dan sumber daya ke segmen bisnis yang lebih potensial.

Lanjutnya, pertumbuhan laba juga didukung oleh penurunan biaya kredit. Hingga akhir Juni 2026, biaya kredit konsolidasi turun 14,8 persen yoy menjadi Rp 2,1 triliun karena manajemen risiko kredit lebih cermat dan proaktif serta tetap menjaga pencadangan memadai.

Dari sisi bisnis, penyaluran kredit konsolidasi SMBC Indonesia mencapai Rp 185,3 triliun pada akhir Juni 2026. Pertumbuhan kredit bertambah dari segmen korporasi dan komersial naik 12,8 persen yoy.

Baca Juga: Sony Naikkan Target Laba Bersih Jadi Rp 134 Triliun, Ditopang PlayStation

Segmen digital savvy melalui layanan Jenius di luar Digital Micro tumbuh 9,9 persen yoy. Selain itu, pembiayaan PT Bank BTPN Syariah Tbk. bertambah 8,7 persen yoy dan pembiayaan Grup OTO meningkat 5,8 persen yoy.

SMBC Indonesia membukukan pendapatan operasional konsolidasi sebesar Rp 8,6 triliun pada Semester I-2026. Pendapatan tersebut berasal dari pendapatan bunga bersih Rp 7,5 triliun dan pendapatan operasional lainnya sebesar Rp1 triliun.

"Total aset perseroan secara konsolidasi juga meningkat 4,7 persen yoy menjadi Rp 245,5 triliun hingga akhir Juni 2026," ujarnya.

Henoch melanjutkan, perusahaan terus memperkuat struktur dana murah atau current account and saving account (CASA). Hingga akhir Juni 2026, saldo CASA naik 37,4 persen menjadi Rp60,1 triliun.

Baca Juga: Lampaui Industri Perbankan, BTN Bukukan Peningkatan Laba Bersih Konsolidasi 54,37 Persen sentuh Rp 1,85 Triliun

"Rasio CASA juga naik menjadi 47,5 persen dari sebelumnya 39,8 persen, didorong pertumbuhan dana dari segmen korporasi dan komersial, usaha kecil dan menengah (UKM), serta ritel," ucapnya.

Sementara itu, sampai dengan 30 Juni 2026, rasio kecukupan modal atau capital adequacy ratio (CAR) SMBC Indonesia tercatat sebesar 30,7 persen. Angka ini mencerminkan kondisi permodalan yang kuat untuk mendukung ekspansi bisnis.

EDITOR: Ilham Safutra