JawaPos.com - PT MRT Jakarta (Perseroda) resmi memulai proyek pemutakhiran sistem pengumpulan tarif otomatis atau automatic fare collection (AFC) di seluruh stasiun Lin Utara–Selatan Fase 1. Langkah ini diambil guna meningkatkan keandalan layanan seiring melonjaknya jumlah penumpang serta menyambut operasional MRT Fase 2A mendatang.
Kepastian teknologi ini ditandai melalui penandatanganan kontrak kerja sama antara PT MRT Jakarta dengan Consortium of Hitachi Rail Hong Kong Limited dan PT Softorb Technology Indonesia (CHS). Penandatanganan dilakukan langsung oleh Direktur Konstruksi PT MRT Jakarta Weni Maulina, CEO Hitachi Rail Hong Kong Limited Nicolas Rabat, serta Direktur PT Softorb Technology Indonesia Rendy Ardilles.
Gate Masuk Diseragamkan di 13 Stasiun
Melalui kerja sama ini, seluruh peralatan dan sistem pengumpulan tarif otomatis di 13 stasiun MRT Jakarta Fase 1 akan dimodernisasi secara bertahap. Salah satu perubahan fisik yang nantinya langsung dirasakan oleh para pengguna jasa adalah penyederhanaan gerbang pembayaran atau passenger gate.
Direktur Utama PT MRT Jakarta (Perseroda) Tuhiyat menjelaskan, pembaruan ini sengaja dirancang untuk menciptakan standarisasi perangkat di lapangan, sehingga proses masuk dan keluar stasiun menjadi jauh lebih efisien.
"Misalnya nantinya hanya akan ada satu jenis reader di passenger gate stasiun. Pemutakhiran ini diperlukan sebagai langkah strategis penyelarasan dan kesinambungan sistem yang nantinya akan digunakan di Fase 2A Lin Utara Selatan. Seluruh proses pemutakhiran sistem pembayaran tiket di 13 stasiun MRT Jakarta Fase 1 ditargetkan rampung pada tahun 2028," ungkap Tuhiyat, Selasa (28/7).
Menuju Pengintegrasian Sistem Berbasis Akun
Tidak sekadar peremajaan alat di stasiun, penyelarasan teknologi ini juga menjadi fondasi penting dalam pengembangan ekosistem pembayaran berbasis akun atau account based ticketing (ABT) di jaringan MRT Jakarta.
Tuhiyat menegaskan bahwa transformasi digital pada sistem tiket ini muaranya adalah kemudahan dan kenyamanan para mobilitas penumpang harian.
"Kerja sama ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan keandalan dan kualitas layanan pelanggan MRT Jakarta. Dengan bertambahnya angka keterangkutan MRT Jakarta serta persiapan operasional Fase 2A, kerja sama ini merupakan langkah penting dalam menyelaraskan sistem pengumpulan tarif otomatis yang terintegrasi dan modern," paparnya.
Penerapan account based ticketing ini diharapkan sanggup mendongkrak kecepatan transaksi di gerbang pembayaran, meminimalkan potensi antrean panjang pada jam sibuk, serta mendukung operasional sistem pembayaran transportasi publik yang lebih andal dan terpadu.
Tagging: pemprov dki jakarta, mrt, mrt jakarta, bumd dki jakarta, gate way mrt