JawaPos.com - Menteri Perdagangan Budi Santoso atau Mendag Busan menerima jajaran manajemen Bridgestone Indonesia di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Selasa (21/7). Pertemuan tersebut membahas upaya memperkuat kinerja ekspor industri ban nasional sekaligus mendorong investasi agar sektor tersebut tetap kompetitif di pasar internasional.
Dalam audiensi itu, kedua pihak juga bertukar pandangan mengenai rencana ekspansi pasar ekspor, pengembangan jenis produk yang berorientasi ekspor, hingga berbagai tantangan yang masih dihadapi industri ban dalam aktivitas perdagangan global.
Mendag Busan mengatakan pemerintah akan terus memberikan dukungan bagi pelaku usaha agar mampu memperluas jangkauan pasar luar negeri. Menurutnya, berbagai perundingan perdagangan yang sedang maupun telah diselesaikan menjadi salah satu instrumen untuk membuka akses ekspor yang lebih luas.
“Kemendag berkomitmen untuk terus memfasilitasi perluasan pasar ekspor produk-produk Indonesia, termasuk ban Bridgestone, melalui perundingan perdagangan yang telah berjalan maupun yang sedang dirundingkan. Kemendag juga menyambut baik partisipasi berbagai produk ban berkualitas dari Indonesia dalam promosi dagang internasional dan penjajakan bisnis (business matching) dengan calon buyer potensial melalui perwakilan perdagangan di luar negeri,” ujar Mendag Busan dalam keterangannya, dikutip Rabu (22/7).
Ia menjelaskan Indonesia kini telah memiliki 20 perjanjian dagang yang sudah berlaku, 15 perjanjian yang masih menunggu proses ratifikasi, serta 11 perjanjian yang sedang dinegosiasikan. Salah satu yang menjadi perhatian adalah penyelesaian Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA).
Mendag Busan menilai komunikasi antara pemerintah dan dunia usaha perlu terus dijaga agar setiap persoalan yang muncul dapat segera ditindaklanjuti bersama.
“Prinsipnya, kami ingin terus membangun komunikasi dengan dunia usaha. Jika terdapat kendala dalam kegiatan ekspor maupun investasi, sampaikan kepada kami agar dapat dicarikan solusi bersama. Selain itu, semakin banyak perjanjian dagang yang dimiliki Indonesia, semakin besar pula peluang pasar bagi produk nasional,” ujar Mendag Busan.
Selain memperluas akses pasar, Kemendag juga terus menyederhanakan proses ekspor melalui digitalisasi layanan. Salah satunya dengan penerapan sistem otomatisasi penerbitan Surat Keterangan Asal (SKA) bagi negara-negara mitra perjanjian perdagangan sehingga proses administrasi ekspor menjadi lebih cepat dan efisien.
Audiensi tersebut dihadiri Presiden Direktur Bridgestone Indonesia Mukiat Sutikno bersama Head of LSCM Division Andre Susilo, Head of Logistic and External Affair Yudi Lesmana, Manager of Trade Compliance & External Affair Bastiyan Dios Karunia, serta Senior Supervisor of Trade Compliance & External Affair Hermansyah Nasution.
Sementara Mendag Busan didampingi Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Fajarini Puntodewi dan Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional Johni Martha.
Pada kesempatan itu, Mukiat Sutikno menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah dalam memperkuat ekspor nasional, termasuk melalui penyelesaian berbagai perjanjian dagang dengan negara mitra.
Saat ini, Bridgestone Indonesia mengirimkan produk ban ke sekitar 70 negara dengan Australia, Jepang, dan Malaysia menjadi tujuan ekspor terbesar. Meski demikian, perusahaan masih menghadapi sejumlah tantangan, salah satunya terbatasnya pasokan karet alam dari dalam negeri sehingga sebagian kebutuhan bahan baku masih harus dipenuhi melalui impor.
Perusahaan juga menyoroti penerapan Standar Nasional Indonesia (SNI) wajib terhadap beberapa komponen yang belum diproduksi di dalam negeri. Kondisi tersebut dinilai dapat memengaruhi kelancaran proses produksi apabila tidak diimbangi dengan ketersediaan pasokan.
Di pasar Eropa, Bridgestone Indonesia turut menghadapi tantangan akibat penerapan European Union Deforestation Regulation (EUDR). Perusahaan berharap penyelesaian IEU-CEPA dapat membantu meningkatkan daya saing produk Indonesia melalui penurunan tarif bea masuk ke kawasan tersebut.
Menanggapi berbagai masukan itu, Mendag Busan memastikan Kemendag akan berkoordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait untuk mencari solusi atas hambatan yang dihadapi industri ban, termasuk dalam memperluas akses pasar ekspor.
Bridgestone Indonesia telah beroperasi di Indonesia sejak 1973 dengan fasilitas produksi di Bekasi dan Karawang, Jawa Barat. Perusahaan juga menjalankan strategi keberlanjutan melalui Bridgestone E8 Commitment yang mencakup delapan nilai, yakni Energy, Ecology, Efficiency, Extension, Economy, Emotion, Ease, dan Empowerment.
Selain itu, perusahaan saat ini mengoptimalkan pemanfaatan fasilitas Authorized Economic Operator (AEO) guna meningkatkan efisiensi logistik sekaligus memperkuat daya saing ekspor ke berbagai negara tujuan.