JawaPos.com - Nama Letnan Jenderal (Purn) Teguh Arief Indratmoko menjadi sorotan setelah Badan Pengelola (BP) BUMN menunjuknya sebagai Direktur Utama Perum Percetakan Uang Republik Indonesia (Peruri). Purnawirawan TNI itu dipercaya menggantikan Dwina Septiani Wijaya.
Penunjukan Teguh tertuang dalam Keputusan SK BP BUMN Nomor: 345 Tahun 2026 dan SK Nomor: 346 Tahun 2026, tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Direktur Utama dan Ketua Dewan Pengawas PERURI.
Teguh merupakan purnawirawan TNI Angkatan Darat berpangkat terakhir Letnan Jenderal (Letjen) TNI. Ia merupakan lulusan Akademi Militer (Akmil) tahun 1988 dari kecabangan Infanteri dan mengawali karier militernya di Komando Pasukan Khusus (Kopassus). Selama bertugas, ia juga pernah terlibat dalam Operasi Seroja di Timor Timur (kini Timor Leste).
Dalam bidang pendidikan, Teguh menyelesaikan berbagai jenjang pendidikan militer, di antaranya Sesarcab Infanteri, pendidikan Para, Para Utama, Free Fall, Gultor, Komando, Diklapa I dan II, Seskoad, Susdanyon, hingga Sesko TNI.
Baca Juga: Akui Masih Ada Penyalahgunaan, Menko Zulhas Minta Waktu Sebulan Lagi ke Presiden untuk Evaluasi MBG
Di luar pendidikan militer, ia meraih gelar Sarjana Ekonomi dari Universitas Krisnadwipayana dan gelar Magister Manajemen dari Universitas Syiah Kuala.
Karier Teguh banyak diwarnai penugasan pada satuan elite Kopassus maupun jabatan strategis di lingkungan TNI AD. Seiring kenaikan pangkat, ia dipercaya menduduki sejumlah posisi penting, mulai dari Komandan Korem 061/Suryakancana, Panglima Kodam Iskandar Muda, Asisten Intelijen Kepala Staf Angkatan Darat (Asintel KSAD), hingga Komandan Pusat Teritorial Angkatan Darat (Danpusterad).
Pada Juli 2022, Teguh dipercaya menjabat Komandan Jenderal Akademi TNI. Dalam jabatan tersebut, ia menitikberatkan pembentukan disiplin, karakter kepemimpinan, serta modernisasi sistem pendidikan taruna agar mampu menghadapi tantangan pertahanan di era teknologi.