JawaPos.com - PT Pegadaian (Persero), mencatat masyarakat memanfaatkan koreksi harga emas dalam beberapa waktu terakhir untuk menambah kepemilikan emasnya.
Direktur Pemasaran, Penjualan, dan Pengembangan Produk di PT Pegadaian, Selfie Dewiyanti, mengatakan koreksi harga emas memang mempengaruhiperilaku transaksi nasabah, namun belum berdampak pada penurunan minat masyarakat terhadap Tabungan Emas secara keseluruhan.
“Data transaksi menunjukkan bahwa ketika harga emas mengalami koreksi, sebagian nasabah memanfaatkan momentum tersebut untuk menambah kepemilikan emas,” ujar Selfie saat dikonfirmasi Jawapos, Minggu (21/6).
Selfie mengatakan, selain menambah kepemilikan emas ada pula nasabah yang melakukan buyback untuk merealisasikan keuntungan atau memenuhi kebutuhan likuiditas.
Ia memastikan bahwa meskipun aktivitas buyback meningkat, volume pembelian masih tetap mendominasi sehingga pertumbuhan saldo Tabungan Emas tetap terjaga.
“Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat semakin memahami karakter emas sebagai instrumen investasi jangka panjang, sehingga koreksi harga lebih banyak mempengaruhi pola transaksi dibandingkan minat investasi itu sendiri,” ujarnya.
Selfie mengatakan, sepanjang tahun 2026, Tabungan Emas Pegadaian terus mencatatkan pertumbuhan yang positif baik dari sisi saldo maupun jumlah nasabah. Hingga akhir Mei 2026, saldo Tabungan Emas mencapai 20,15 ton, meningkat 17,81 persen dibandingkan posisi akhir tahun 2025 yang sebesar 17,11 ton.
Dari sisi nasabah, jumlah nasabah aktif tercatat mencapai 6,14 juta nasabah, tumbuh 25,96 persen secara year-to-date (YtD). Hal ini menunjukkan bahwa antusiasme masyarakat terhadap investasi emas masih sangat tinggi dan Tabungan Emas tetap menjadi salah satu pilihan investasi yang diminati.
Baca Juga: Harga Emas Antam Hari Ini Turun Rp 5.000 per Gram
Meski demikian, laju pertumbuhan mulai menunjukkan tren yang lebih moderat. Pada Mei 2026, pertumbuhan saldo tercatat 0,27 persen secara bulanan (MtM), lebih rendah dibandingkan periode sebelumnya.
“Kondisi ini mengindikasikan bahwa masyarakat tetap berinvestasi emas, namun dengan pendekatan yang lebih selektif di tengah dinamika pergerakan harga emas,” ucapnya.