JawaPos.com - Warga Jakarta tidak perlu panik kehabisan minyak goreng subsidi. Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (PPKUKM) DKI Jakarta memastikan stok Minyakita di pasar-pasar ibu kota saat ini aman terkendali.
Langkah antisipasi pun digenjot seiring adanya rencana pemerintah pusat yang sedang membahas penyesuaian Harga Eceran Tertinggi (HET) Minyakita. Pemantauan intensif di lapangan terus berjalan demi menjamin harga tetap ramah di kantong masyarakat.
"Kami terus melakukan pemantauan secara intens terhadap harga dan ketersediaan bahan pokok, termasuk minyak goreng rakyat Minyakita. Hingga saat ini, stok masih tersedia dan distribusi di pasar-pasar Jakarta berjalan dengan baik," ujar Kepala Dinas PPKUKM DKI Jakarta, Elisabeth Ratu Rante Allo, Minggu (7/6).
Strategi Pemprov DKI Amankan Pasokan Minyakita
Untuk mengantisipasi kelangkaan, Dinas PPKUKM DKI Jakarta bergerak cepat memperkuat jalur distribusi. Salah satu strateginya adalah menggandeng produsen dan distributor minyak goreng swasta untuk bekerja sama dengan BUMD pangan.
Minyakita nantinya akan disalurkan ke pasar rakyat hingga jaringan kios warga, termasuk gerai Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP). Tak hanya itu, pemerintah daerah juga merangkul Perum Bulog untuk memperluas jangkauan pasar.
"Selain itu, kami juga berkolaborasi dengan Perum Bulog dalam memperluas penyaluran Minyakita di pasar-pasar rakyat. Kami turut memberikan pendampingan kepada para pedagang pasar dalam pengurusan Nomor Induk Berusaha, agar dapat menjadi mitra Bulog untuk penyaluran Minyakita kepada masyarakat," papar Ratu.
Intip Perbandingan Harga Minyak Goreng Curah di Jakarta
Meskipun stok diklaim aman, hasil pantauan lapangan per Sabtu (6/6) menunjukkan adanya ketimpangan harga minyak goreng curah yang cukup mencolok antarwilayah dan antarpasar di Jakarta.
"Jakarta Selatan tercatat sebagai wilayah dengan harga rata-rata tertinggi, sementara Jakarta Utara menjadi wilayah dengan harga rata-rata terendah," kata dia.
Di tingkat pasar, harga tertinggi menyentuh angka Rp23.000 per kilogram. Lonjakan harga ini ditemukan di beberapa titik, seperti Pasar Kelapa Gading, Pasar Rumput, Pasar Pesanggrahan, dan Pasar Kebayoran Lama.
Uniknya, harga terendah justru ditemukan di pasar yang sama, yakni Rp15.500 per kilogram di Pasar Kebayoran Lama. Secara angka, disparitas harga antarwilayah mencapai Rp3.650 per kilogram, sedangkan ketimpangan antarpasar menembus Rp7.500 per kilogram.
Pengawasan Ketat Rutin Setiap Bulan
Merespons adanya perbedaan harga yang cukup tinggi tersebut, Pemprov DKI Jakarta berkomitmen untuk tidak tinggal diam dan berjanji akan terus memperketat pengawasan.
"Kami akan terus memperkuat koordinasi dengan berbagai pihak untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga. Yang terpenting bagi kami adalah memastikan masyarakat dapat memperoleh kebutuhan pokok dengan mudah dan pasokan tetap tersedia," kata Ratu.
Baca Juga: Harga Minyak Dunia Tembus USD 100 per Barel, Menkeu Purbaya: Kita Lihat Dulu Sebulan
Guna memastikan aturan HET tetap dipatuhi, Dinas PPKUKM rutin menggelar inspeksi mendadak. Pemantauan bahan pokok dilakukan sebanyak delapan kali sebulan, ditambah pemantauan barang penting lainnya sebanyak empat kali dalam sebulan. Langkah ini diharapkan mampu menjaga stabilitas harga dan mengamankan stok di tangan konsumen.