← Beranda
Pendapatan Kelompok Binaan MedcoEnergi Naik 2.000 Persen dalam 2 Tahun
Estu SuryowatiKamis, 21 Mei 2026 | 21.50 WIB
Manager Field Relations & Community Enhancement Corridor Asset, PT Medco Energi Internasional Tbk (MedcoEnergi),  Sudewo (kiri), pada sesi diskusi IPA Convex 2026, di ICE BSD, Tangerang, Rabu (20/5).

 

JawaPos.com – Dari semangka bisa panen puluhan juta. Kelompok tani di Desa Tampang Baru, Kecamatan Bayung Lincir, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, Sumpal Palawija Makmur akhirnya semringah, setelah paham teknik budi daya yang tepat.

Sepanjang 2025 lalu, kelompok ini bisa memasarkan 23 ton semangka ke berbagai daerah dan meraup pendapatan sekitar Rp 90 juta. Capaian fantastis, mengingat dua tahun sebelumnya, atau pada 2023 mereka hanya bisa meraih pendapatan Rp 4 juta.

"Sebelumnya kami pernah terpuruk karena hasil panen belum optimal. Setelah  pendampingan dari MedcoEnergi, kami lebih memahami budi daya yang baik, hasil panen meningkat, dan pasar semakin luas. Program ini membantu kami bangkit dan percaya diri untuk mengembangkan usaha," ujar perwakilan Kelompok Sumpal Palawija Makmur, Suyanto.

Menurut Suyanto, pendampingan Program Local Business Development (LBD) PT Medco Energi Internasional Tbk (MedcoEnergi) melalui anak usahanya, Medco E&P Grissik Ltd. membawa perubahan nyata bagi kelompok. Padahal sebelum program bergulir, Suyanto mengaku mereka sempat merugi dalam menjalankan budi daya semangka.

Program LBD ini dijalankan secara bertahap sejak 2023 untuk menjawab berbagai tantangan yang sebelumnya dihadapi para petani. Mulai dari keterbatasan modal, rendah produktivitas, keterbatasan pengetahuan teknis budidaya, hingga belum optimalnya jaringan pemasaran.

Baca Juga: Pasar Energi Dunia Bergerak Volatil, MedcoEnergi Dorong Energi Terbarukan, Genjot Produksi Migas

Medco E&P Grissik Ltd. sebagai Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) yang beroperasi di Blok Corridor, memberikan dukungan melalui pendampingan teknis, penyediaan sarana produksi, serta memasilitasi akses pemasaran.

"Melalui Program LBD, MedcoEnergi  terus menghadirkan pemberdayaan yang tidak hanya bersifat bantuan, tetapi juga membangun kapasitas masyarakat agar mampu mengelola usaha mandiri dan berkelanjutan. Kami melihat Kelompok ini memiliki potensi besar untuk terus berkembang dan menjadi contoh penguatan ekonomi lokal di sekitar  area operasi," ujar Manager Field Relations & Community Enhancement Corridor Asset, Sudewo, pada sesi diskusi IPA Convex 2026, di ICE BSD, Tangerang, Rabu (20/5).

Dari Benih hingga Pemasaran

Pada pelaksanaannya, MedcoEnergi bersama Plantari mendampingi Kelompok  Sumpal Palawija Makmur yang beranggotakan delapan petani. Pendampingan dilakukan melalui distribusi benih dan pupuk, pengelolaan lahan, pemilihan varietas, pemupukan, pengendalian hama ramah lingkungan, distribusi benih, pupuk, dan penguatan kemitraan pemasaran.

Hasil pendampingan Program LBD menunjukkan perkembangan signifikan. Sebelum intervensi program, atau pada 2022, kelompok tani ini merugi.

Setelah mendapat pendampingan, pendapatan kelompok tani ini perlahan meningkat dari Rp 4 juta pada 2023, Rp 15 juta pada 2024, hingga sekitar Rp 90 juta pada 2025. Bahkan produksi mereka tahun lalu sebanyak 23 ton semangka mampu memenuhi permintaan dari luar kabupaten.

Menurut Sudewo, keberhasilan ini menunjukkan program pengembangan masyarakat yang dilakukan konsisten dapat berdampak ekonomi nyata. Program ini sejalan dengan komitmen MedcoEnergi dalam mendukung pembangunan berkelanjutan melalui pengembangan masyarakat di sekitar wilayah operasi, khususnya penguatan ekonomi lokal, peningkatan kapasitas usaha, dan kemandirian masyarakat.

"Sebagai perusahaan yang beroperasi secara bertanggung jawab, MedcoEnergi berkomitmen terus mendukung program pengembangan masyarakat yang tepat sasaran. Melalui penguatan usaha lokal seperti ini, kami berharap masyarakat dapat semakin mandiri, berdaya saing, dan mampu menciptakan manfaat ekonomi yang berkelanjutan," ujar Sudewo.

EDITOR: Estu Suryowati