← Beranda
BSI Salurkan Rp 198 Miliar untuk Operasional 211 Dapur MBG Kuartal I 2026
R. Nurul Fitriana PutriKamis, 14 Mei 2026 | 15.08 WIB
BSI salurkan Rp198 miliar dukung operasi 211 dapur MBG pada Kuartal I 2026. (Istimewa).

 

JawaPos.com – PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BRIS) atau BSI mencatat telah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp 198 miliar untuk mendukung operasional ratusan dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di berbagai daerah pada Kuartal I 2026.

“Sampai dengan saat ini, kami telah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp 198 miliar dan mendukung operasional kurang lebih sekitar 211 dapur MBG,” ujar Direktur Risk Management BSI Grandhis Helmi Harumansyah di Jakarta, Rabu (13/5).

Tak hanya pembiayaan, BSI juga menyediakan layanan virtual account (VA) dan cash management system guna mendukung operasional harian SPPG.

Baca Juga: Catatkan Kinerja Moncer di 2025, BSI Bagikan Rp 1,51 Triliun ke Pemegang Saham

Melalui layanan tersebut, BSI telah menjangkau lebih dari 1.600 dapur mitra Badan Gizi Nasional (BGN). Sebagian besar dapur tersebut berada di wilayah Aceh, Sumatera Barat, dan Nusa Tenggara Barat (NTB).

Selain mendukung program MBG, BSI juga terus memperluas pembiayaan untuk sektor koperasi, UMKM, dan usaha produktif lainnya melalui penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Sepanjang Kuartal I 2026, penyaluran KUR BSI mencapai Rp 2,61 triliun dengan jumlah penerima manfaat sebanyak 17.732 nasabah.

“Untuk program KUR, total outstanding-nya sampai dengan hari ini kurang lebih sekitar Rp 25,7 triliun,” jelas Grandhis.

Baca Juga: Indef Sarankan Program 3 Juta Rumah Lebih Banyak Ditopang Industri Material Domestik

Di sektor perumahan, BSI turut mendukung program 3 Juta Rumah melalui pembiayaan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).

Sepanjang Januari hingga Maret 2026, perseroan menyalurkan FLPP senilai Rp 145,7 miliar kepada 894 nasabah. Sementara total outstanding pembiayaan FLPP tercatat mencapai Rp 5,72 triliun.

Tak berhenti di situ, BSI juga menyalurkan Kredit Program Perumahan (KPP) untuk nasabah UMKM. Pada Kuartal I 2026, pembiayaan kepada sisi pengembang (supply side) mencapai Rp 4,7 miliar.

"Sedangkan penyaluran KPP kepada nasabah UMKM sebagai demand side mencapai Rp 360 miliar yang diberikan kepada 1.131 nasabah," tukasnya.

 

EDITOR: Estu Suryowati