← Beranda
Naik 10,4 Persen, Jasa Marga Bukukan Pendapatan Rp 5,1 Triliun pada Awal 2026
Sabik Aji TaufanJumat, 1 Mei 2026 | 05.51 WIB
Direktur Utama Jasa Marga Rivan A. Purwantono. (Istimewa)

 

JawaPos.com - PT Jasa Marga (Persero) Tbk mencatatkan pendapatan usaha yang begitu tinggi pada kuartal I 2026. Nilainya mencapai Rp 5,1 triliun atau tumbuh 10,4 persen dari Kuartal I Tahun 2025. Pendapatan ini tercatat paling besar dari tol sebesar Rp 4,7 triliun dan kinerja Pendapatan Usaha Lain sebesar Rp 397,6 miliar.

Direktur Utama Jasa Marga Rivan A. Purwantono mengatakan, perusahaan juga mencatat EBITDA sebesar Rp 3,4 triliun, meningkat 10,7 persen dibanding periode yang sama tahun lalu dengan margin EBITDA yang terjaga di level 66,1 persen. 

‘’Capaian ini mencerminkan konsistensi Perseroan dalam pengendalian beban usaha serta optimalisasi kinerja operasional,’’ ujar Rivan, Kamis (30/4).

Dari pendapatan tersebut, perusahaan pelat merah ini mencatat laba bersih pada Kuartal I 2026 tercatat sebesar Rp 774,7 miliar. ‘Angka ini sejalan dengan pertumbuhan pendapatan usaha dan EBITDA.

Baca Juga: Mahasiswa Andalas Desak Penyelesaian Kasus Pelecehan Seksual Kampus

Meski laba bersih sedikit terkoreksi secara year-on-year akibat peningkatan biaya keuangan seiring dengan beroperasinya Jalan Tol Jogja–Solo, Perseroan memandang pengoperasian ruas baru ini sebagai langkah strategis untuk mendorong pertumbuhan kinerja usaha ke depan. 

Di sisi lain, perusahaan berusaha menjaga menjaga kesehatan keuangan melalui pengelolaan keuangan yang terukur. Selain itu, mendorong pertumbuhan berkelanjutan yang diiringi peningkatan kualitas layanan kepada pengguna jalan. 

Dari sisi operasional, Jasa Marga mencatatkan pertumbuhan volume transaksi di jalan tol sebesar 1,64 persen year-on-year (yoy) atau mencapai 318,8 juta kendaraan pada Kuartal I 2026. Adapun lalu lintas harian rata-rata (LHR) mencapai 3,5 juta kendaraan. 

Jasa Marga mencatat telah mengoperasikan jalan tol sepanjang 1.294 kilometer dari total konsesi sepanjang kilometer. Angka ini merepresentasikan 42 persen dari total jalan tol beroperasi di seluruh Indonesia. 

Selanjutnya, perusahaan BUMN ini juga  melanjutkan pembangunan sejumlah jalan tol strategis. Saat ini masih dalam tahap konstruksi dan pembebasan lahan, antara lain Jalan Tol Probolinggo-Banyuwangi, Jalan Tol Yogyakarta-Bawen, Jalan Tol Solo-Yogyakarta-YIA Kulon Progo, Jalan Tol Jakarta-Cikampek II Selatan, dan Jalan Tol Akses Patimban. 

“Pertumbuhan yang konsisten pada pendapatan tol, pendapatan usaha lain, serta EBITDA menjadi indikator kuat terjaganya fundamental bisnis Perseroan. Hal ini mencerminkan kemampuan Jasa Marga dalam menjaga stabilitas kinerja sekaligus memperkuat daya tahan usaha di tengah dinamika industri,” jelas Rivan. 

Pada Maret, melalui anak usaha PT Jasamarga Jogja Bawen (JJB), Perseroan menandatangani perjanjian kredit sindikasi senilai Rp 17,92 triliun untuk mendukung pembiayaan pembangunan Jalan Tol Yogyakarta-Bawen dengan total nilai investasi mencapai Rp 25,61 triliun. 

“Pembangunan yang dilakukan tidak hanya berfokus pada pengelolaan infrastruktur. Jasa Marga terus mengedepankan transformasi infra as structure menjadi infra as culture yang berfokus pada engagement pengguna jalan tol sebagai pusat layanan, sekaligus memperkuat peran Jasa Marga dalam menghadirkan pengalaman perjalanan yang lebih aman, nyaman, dan berkeselamatan,” tutup Rivan. 

 

 

EDITOR: Sabik Aji Taufan