← Beranda
Peringatan Hari Bumi: Pertamina Tanam Ribuan Mangrove dan Terumbu Karang di Pulau Pramuka
Nanda PrayogaKamis, 23 April 2026 | 01.56 WIB
Kegiatan memperingati Hari Bumi 2026 diwujudkan lewat berbagai aksi konservasi, meliputi penanaman 3.000 bibit mangrove, 1.000 bibit lamun (seagrass), serta 750 transplantasi fragmen terumbu karang. (dok. PPN)

JawaPos.com - Dalam rangka memperingati Hari Bumi, PT Pertamina Patra Niaga (PPN) Subholding Downstream kembali menunjukkan komitmennya terhadap pelestarian ekosistem laut Indonesia melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) bertajuk “Marine BiodiverSEAty”.

Kegiatan ini diwujudkan lewat berbagai aksi konservasi, meliputi penanaman 3.000 bibit mangrove, 1.000 bibit lamun (seagrass), serta 750 transplantasi fragmen terumbu karang. Program tersebut dilaksanakan di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu, pada 17 April 2026, dengan melibatkan Taman Nasional Kepulauan Seribu, komunitas lingkungan SEAsoldier, serta masyarakat setempat.

Pulau Pramuka dipilih sebagai lokasi kegiatan karena merupakan bagian dari kawasan Kepulauan Seribu yang termasuk dalam Marine Protected Area (MPA) serta sejalan dengan inisiatif pemerintah seperti Peta Mangrove Nasional (PMN).

Saat ini, kondisi ekosistem pesisir di wilayah tersebut, mulai dari mangrove, lamun, hingga terumbu karang, mengalami penurunan kualitas, padahal kawasan ini memiliki peran strategis, baik sebagai destinasi ekowisata maupun penopang ekonomi biru.

Baca Juga: Peringatan Hari Bumi: Ancaman Sampah Elektronik Kian Nyata, Ini Cara Sederhana yang Bisa Dilakukan

Melihat kondisi tersebut, langkah restorasi dan rehabilitasi dinilai semakin mendesak. Penanaman mangrove dilakukan untuk mencegah abrasi, sementara lamun dan terumbu karang berperan penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem laut. Selain itu, kegiatan bersih-bersih lingkungan juga menjadi bagian dari upaya menjaga kelestarian kawasan.

Manager CSR PT Pertamina (Persero), Roby Hervindo, menjelaskan bahwa sebagai BUMN, Pertamina memiliki tiga pilar utama dalam menjalankan tanggung jawab sosial dan lingkungan, yakni pilar ekonomi, lingkungan, dan sosial.

“Kegiatan ini masuk ke dalam kategori pilar lingkungan, upaya ini menjadi perhatian kami semua untuk terus berupaya menjadikan lingkungan lebih baik, sekaligus memitigasi kondisi lingkungan, disertai dengan melakukan aktivitas pemberdayaan masyarakat sekitar,” ujarnya.

Sementara itu, Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth M.V. Dumatubun, menegaskan bahwa program ini juga bertujuan memperkuat konservasi kawasan pesisir sekaligus memberdayakan masyarakat lokal, khususnya dalam upaya mencegah abrasi dan meningkatkan penyerapan karbon.

“Ketiga biota laut ini merupakan aset alam yang tak ternilai harganya. Peranannya dalam menjaga keseimbangan ekosistem, melindungi pantai, menyediakan habitat bagi berbagai biota, serta kontribusinya dalam mitigasi perubahan iklim menjadikannya sangat penting untuk dilestarikan,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa program lingkungan ini merupakan bentuk nyata dukungan Pertamina Patra Niaga dalam menjaga keanekaragaman hayati, termasuk perlindungan flora dan fauna, demi mewujudkan keberlanjutan lingkungan.

Perwakilan SEAsoldier, Dinni Septianingrum, turut memberikan apresiasi atas keterlibatan Pertamina Patra Niaga dalam menjaga ekosistem laut. Menurutnya, sebagai negara kepulauan, Indonesia memiliki potensi besar dalam pengelolaan karbon biru, yaitu karbon yang diserap dan disimpan oleh ekosistem pesisir dan laut.

“Upaya ini adalah langkah yang sangat penting dan memastikan apa yang dilakukan bisa memberikan manfaat bagi laut, lingkungan, dan masyarakat," harapnya.

Apresiasi juga disampaikan oleh perwakilan masyarakat Pulau Pramuka, Sahbudin. Ia menilai program ini mendukung tiga pilar utama konservasi, yakni perlindungan sistem penyangga kehidupan, pelestarian sumber daya hayati, serta pemberdayaan masyarakat.

"Terimakasih atas aksi nyata yang dilakukan melalui program ini, serta dukungan yang diberikan dalam berbagai upaya konservasi terhadap sistem penyangga kehidupan. Di masa depan kami memiliki pilar pemulihan ekosistem. Besar harapan kami semua pihak juga bisa ikut mendukung dan juga berperan aktif," harapnya.

Program ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB/SDGs), khususnya poin 13 terkait penanganan perubahan iklim, poin 14 mengenai perlindungan ekosistem laut, serta poin 17 tentang kemitraan untuk mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan.

Melalui inisiatif ini, Pertamina Patra Niaga menegaskan bahwa upaya menjaga ekosistem laut bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah atau komunitas, tetapi juga memerlukan keterlibatan aktif dunia usaha guna memastikan keberlanjutan sumber daya alam bagi generasi mendatang.

EDITOR: Estu Suryowati