← Beranda
Lewat Kongres Nasional, Syarikat Islam Dorong Indonesia Negara Berdaulat Secara Ekonomi
Ardini Pramitha• Senin, 19 Oktober 2026 | 01.06 WIB
Pembukaan Kongres Nasional Majelis Tahkim Pimpinan Pusat Syarikat Islam ke 42 di Jatim Expo, Surabaya pada Minggu (18/10) (Dok Ardini Pramitha/JawaPos.com)

JawaPos.com - Pimpinan Pusat Syarikat Islam menyoroti soal negara Indonesia, yang memiliki ketergantungan terhadap produk impor. Hal tersebut menjadi pembahasan pada pembukaan Kongres Nasional Majelis Tahkim Pimpinan Pusat Syarikat Islam ke 42, di Jatim Expo, Surabaya, Minggu (18/10).

Kongres berlangsung pada 17-20 Oktober itu mengusung tema Dakwah Ekonomi Menuju Kemerdekaan Sejati. Pembukaan kongres dihadiri Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Presiden Syarikat Islam Hamdan Zoelva, Menteri Koperasi sekaligus Sekjen Syarikat Islam Ferry Juliantono, Wagub Jatim Emil Elestianto Dardak, dan sejumlah tokoh nasional lainnya.

 

Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan secara resmi membuka kongres tersebut. Dalam sambutannya, ia berharap cita-cita kemerdekaan Indonesia dapat diwujudkan melalui langkah nyata.

 

Presiden Syarikat Islam Hamdan Zoelva mengatakan, Kota Surabaya memiliki nilai historis penting bagi perjalanan organisasi tersebut. Menurutnya, Syarikat Islam memiliki rekam jejak dalam pergerakan kebangsaan dan perjuangan kemerdekaan Indonesia.

 

“Kemerdekaan politik perlu diikuti dengan kemandirian ekonomi. Ketergantungan Indonesia terhadap produk impor sebagai salah satu tantangan yang perlu dijawab,” ujar Hamdan, Minggu (18/10).

Hamdan menjelaskan ada 4 fokus gerakan ekonomi yang ingin diperkuat Syarikat Islam. Yakni koperasi, ekonomi syariah, pengelolaan zakat, infak, sedekah, dan wakaf (ZISWAF), serta ekonomi ekologis yang memperhatikan keberlanjutan lingkungan.

 

“Dari Surabaya untuk membangkitkan semangat kembali untuk sampai kepada kemandirian, kedaulatan ekonomi dan menuju kepada kemerdekaan sejati,” kata Hamdan. Ia juga menegaskan Syarikat Islam tetap menjadi organisasi sosial keagamaan yang independen dan tidak berafiliasi dengan partai politik tertentu.

“Kami berkhidmat di sini bersama-sama di sini hilangkan perbedaan politik tapi kita membangun bangsa dan negara,” tuturnya.

Menteri Koperasi Ferry Juliantono, berharap kongres menghasilkan keputusan terbaik bagi umat Islam serta bangsa dan negara. Sekjen Syarikat Islam tersebut, menyatakan, dakwah ekonomi menjadi salah satu fokus organisasi.

 

“Kami mendorong pilar ekonomi syariah, mendorong pilar koperasi, dan mendorong pilar zakat wakaf serta membangun ekonomi yang tetap mempertahankan ekologi dan keberlanjutannya,” beber Ferry.

Dirinya mengungkapkan, pengembangan koperasi berbasis pesantren, pembiayaan syariah, hingga koperasi berbasis masjid dan tempat ibadah menjadi juga bagian dari upaya memperluas gerakan ekonomi.

 

Selain itu, pihaknya turut berupaya memperbanyak pengusaha muslim melalui perluasan akses permodalan agar dapat berkontribusi lebih besar terhadap perekonomian nasional. Terlebih lagi Syarikat Islam punya modal sejarah dan potensi yang besar, mulai Syarikat Dagang Islam, kemudian menjadi Syarikat Islam.

 

“Hingga berkembang bukan hanya menjadi kekuatan organisasi ekonomi, tapi juga menjadi kekuatan organisasi pergerakan kebangsaan,” ujar Ferry.

 

 

EDITOR: Diar Candra