JawaPos.com - Hujan mengguyur sejumlah wilayah Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Kalimantan Selatan pada Kamis (15/10) malam.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) HSU menyebut hujan tersebut merupakan hasil Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).
Hujan mulai turun sekitar pukul 19.10 Wita dengan intensitas ringan hingga deras di sejumlah wilayah.
Di antaranya Kecamatan Babirik, Amuntai Tengah, Banjang, dan Danau Panggang, setelah daerah tersebut dilanda kemarau dan kabut asap selama lebih dari sebulan.
Baca Juga: Karhutla Tak Hanya Dipicu El Nino, Pakar UGM Soroti Aktivitas Manusia
Plt. Kepala Pelaksana BPBD HSU, Parnami membenarkan hujan yang turun tersebut berkaitan dengan pelaksanaan OMC.
“Ya, benar, hasil OMC,” ujarnya seperti dikutip dari Radar Banjarmasin (Jawa Pos Grup), Sabtu (17/10)
Menurut Parnami, operasi modifikasi cuaca dijadwalkan berlangsung hingga Jumat (16/10) kemarin. Hujan yang turun diharapkan membantu mengurangi dampak kabut asap yang selama ini mengganggu aktivitas masyarakat.
Turunnya hujan disambut gembira oleh warga Amuntai dan sekitarnya. Sebab, kabut asap yang menyelimuti wilayah tersebut telah menimbulkan kekhawatiran, terutama karena dampaknya terhadap kenyamanan dan kesehatan pernapasan.
Sejumlah warga menyampaikan rasa syukur melalui media sosial. Amat, warga Sungai Malang, mengungkapkan kegembiraannya karena hujan akhirnya membasahi wilayah Amuntai.
Baca Juga: Karhutla Terjang Kawasan Gunung Arjuno, BPBD Jatim Kerahkan Tim Lakukan Pemadaman Manual
“Alhamdulillah, Amuntai diguyur hujan,” ujarnya.
Harapan serupa disampaikan Heri, warga Antasari. Ia berharap hujan dapat membantu mengurangi kabut asap yang masih mengganggu masyarakat.
“Alhamdulillah, hujan deras. Mudahan ampih asap, sulit bernapas,” tulisnya di media sosial.
Masyarakat berharap hujan kembali turun agar kabut asap yang menyelimuti HSU berangsur berkurang. Selain membantu meredakan kondisi udara, hujan juga dinantikan setelah kemarau panjang melanda wilayah tersebut.
Baca Juga: Pakar UGM Ungkap Dampak Karhutla terhadap Satwa, Tak Cukup Pulihkan Hutan