JawaPos.com - Masyarakat yang belum menikmati listrik tidak hanya tersebar di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T). Di Jawa Barat masih ada ribuan rumah tangga belum teraliri listrik.
Selain karena rumah tangga itu masuk kategori tidak mampu, ada juga desa yang belum mendapat dukungan akses infrastruktur listrik.
Untuk itu, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengejar target 25.000 rumah tangga di Jawa Barat memperoleh Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) pada 2026. Hingga kini baru terpasang untuk 12.327 rumah tangga tidak mampu. Sisanya akan dikejar pada tahun ini. Para penerima bantuan pasang baru listrik itu adalah rumah tangga tidak mampu.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengatakan, ada dua program yakni, bantuan pasang baru listrik untuk rumah tangga tidak mampu dan program Listrik Desa (Lisdes). Keduanya demi memperluas akses dan meningkatkan kualitas pasokan.
Untuk memastikan siapa penerima bantuan tersebut, Bahlil Lahadalia meninjau langsung pelaksanaan program tersebut di Desa Muara Baru, Kecamatan Cilamaya Wetan, Kabupaten Karawang, Kamis (15/10).
Baca Juga: Pemadaman Listrik Ganggu Aktivitas Warga Batam, Air Bersih hingga Jaringan Komunikasi Ikut Terganggu
Ketua umum Partai Golkar itu memastikan bantuan menjangkau warga sekaligus memeriksa perbaikan infrastruktur kelistrikan setempat.
Adapun alokasi BPBL di Jawa Barat tahun ini meningkat dibandingkan realisasi 2025 yang mencapai 15.831 rumah tangga. Pada 2027, sasaran penerima diproyeksikan kembali bertambah menjadi 30.000 rumah tangga.
Perluasan bantuan tersebut didukung sistem kelistrikan Jawa Barat dengan cadangan daya mencapai 5.184 megawatt. Ketersediaan pasokan menjadi penopang upaya menghadirkan sambungan bagi masyarakat yang belum terlayani secara mandiri.
Di Kabupaten Karawang, target BPBL pada tahun anggaran 2026 ditetapkan sebanyak 683 rumah tangga. Sebanyak 299 rumah telah menyala, sementara 360 lainnya selesai dipasangi instalasi dan menunggu proses penyalaan.
Adapun 24 rumah tangga masih menjalani pemasangan instalasi. Penyaluran tersebut melanjutkan program tahun sebelumnya yang menjangkau 915 rumah tangga di Karawang.
Khusus Kecamatan Cilamaya Wetan, bantuan dialokasikan untuk 52 rumah tangga. Perinciannya, tujuh rumah telah menyala, 41 menunggu penyalaan, dan empat masih dalam proses pemasangan.
Baca Juga: Tiongkok Bangun Pembangkit yang Simpan Listrik Surplus sebagai Panas untuk Stabilkan Jaringan
BPBL membantu mengatasi hambatan biaya penyambungan awal yang mencapai sekitar Rp2 juta. Kendala tersebut membuat sebagian keluarga berpenghasilan rendah masih bergantung pada sambungan listrik dari rumah tetangga.
Penerima bantuan mendapatkan instalasi listrik rumah secara gratis berupa tiga titik lampu, satu sakelar ganda, satu sakelar tunggal, satu kotak kontak, serta sistem pembumian.
Fasilitas lainnya mencakup pengujian dan penerbitan Sertifikat Laik Operasi (SLO), sambungan baru PLN berdaya 900 VA, serta token listrik perdana Rp100.000. Bantuan ini memberikan kesempatan bagi penerima untuk mempunyai sambungan sendiri.
Selain pemasangan baru, persoalan kualitas pasokan juga menjadi perhatian di Desa Muara Baru. Bahlil mengatakan, wilayah tersebut sebelumnya telah teraliri listrik, tetapi masih menghadapi tegangan rendah.
“Dulu wilayah Desa Muara Baru ini sudah ada listrik, tetapi tegangannya rendah sehingga arus yang masuk tidak maksimal," kata Bahlil seperi dikutip pada Jumat (16/10).
Dia menambahkan, melalui program Listrik Desa, Kementerian ESDM melakukan penguatan infrastruktur kelistrikan agar pasokan daya menjadi lebih kuat dan optimal. "Pemerintah memasang gardu trafo berkapasitas 50 kVA serta menambah tiang-tiang listrik baru,” imbuhnya.
Di desa tersebut, dukungan Lisdes tahun anggaran 2025 telah memberikan akses kelistrikan langsung kepada 93 rumah tangga.
Ternyata keterbatasan akses listrik selain di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) juga ada di Jawa Barat. Secara nasional, sekitar 11.000 desa serta jutaan rumah tangga masih membutuhkan intervensi program kelistrikan.
Untuk itu, program BPBL difokuskan untuk bantuan sambungan rumah tangga. Sementara, program Listrik Desa diperuntukkan bagi desa yang belum memiliki jaringan listrik sama sekali.
"Secara bertahap dan agresif, Pemerintah akan terus menaikkan target sasaran setiap tahunnya demi memastikan seluruh masyarakat Indonesia menikmati terang listrik yang layak,” pungkas Bahlil.