← Beranda
Transformasi Pasar Banyuwangi, Jadi Destinasi Heritage dan Tempat Nongkrong Estetik
Dadang Kurnia• Selasa, 13 Oktober 2026 | 12.44 WIB
Wajah baru Pasar Banyuwangi (Istimewa)

JawaPos.com - Proyek revitalisasi yang dilakukan Kementerian Pekerjaan Umum (KemenPU) sukses mengubah wajah Pasar Banyuwangi menjadi destinasi wisata heritage dan ruang publik baru bagi masyarakat setempat.

Setelah resmi beroperasi kembali pada 1 Oktober lalu, pasar tradisional tersebut tak lagi menjadi sekadar tempat transaksi jual beli kebutuhan harian. Pada pagi hari, area pasar biasanya dipadati warga yang berbelanja kebutuhan pokok seperti sayur, daging, dan ikan segar.

Namun ketika sore berganti malam, suasananya berubah total. Pasar Banyuwangi bertransformasi menjadi spot nongkrong favorit warga untuk bersantai, berburu kuliner lokal, hingga berfoto ria menikmati estetika bangunan.

Secara visual, desain baru Pasar Banyuwangi mengusung sentuhan arsitektur khas rumah Osing yang dipadukan dengan pencahayaan lampu hangat di berbagai sudut. Di bagian depan, trotoar luas yang dilengkapi deretan kursi taman memberi ruang terbuka bagi warga untuk menikmati suasana pusat kota.

Daya tarik utama saat sore hingga malam hari terletak pada balkon lantai dua. Dari titik ini, pengunjung dapat menikmati lanskap panorama kota dengan latar indah Pegunungan Ijen di kala senja, serta hamparan cahaya lampu kendaraan saat malam tiba.

Testimoni kenyamanan Pasar Banyuwangi salah satunya diutarakan Reta, warga Kelurahan Sobo yang menghabiskan waktu akhir pekan bersama suaminya pada Minggu (11/10) malam.

"Suasananya hangat dan dirancang begitu nyaman. Vibes-nya seperti berwisata di luar kota. Kita di sini menikmati sajian ketan dan minuman hangat, suami juga bisa santai ngopi," tutur Reta.

Pasar Banyuwangi (Istimewa)
Pasar Banyuwangi (Istimewa)

 

Keunikan lain dari Pasar Banyuwangi adalah pertahanan elemen sejarahnya. Gerbang depan pasar tetap dipertahankan bentuk aslinya sebagai bangunan cagar budaya.

 

Pasar ini juga berintegrasi erat dengan Asrama Inggrisan, komplek bersejarah perkantoran telegraf kabel bawah laut pertama yang menghubungkan Eropa dan Australia pada 1871.

 

Perpaduan nilai sejarah, arsitektur estetis, dan ruang kuliner ini juga sukses menarik minat wisatawan luar daerah. Neneng, pengunjung asal Surabaya, mengaku sengaja datang karena penasaran setelah video wajah baru pasar ini viral di media sosial.

Pasar Banyuwangi (Istimewa)
Pasar Banyuwangi (Istimewa)

 "Awalnya tahu dari medsos karena tempatnya kelihatan sangat estetis. Setelah datang sendiri, ternyata memang asyik," kata Neneng.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menjelaskan transformasi wajah baru Pasar Banyuwangi memang dirancang untuk memperluas fungsi pasar rakyat sebagai pusat ekonomi sekaligus ruang interaksi sosial warga.

 

Ipuk berharap kehadiran pasar yang estetik dan sarat sejarah ini dapat memberikan dampak ekonomi yang berlipat ganda bagi para pedagang lokal.

 

"Dengan tetap menghidupkan kegiatan perdagangan, pasar ini juga menjadi alternatif destinasi heritage yang memperkaya pengalaman warga maupun wisatawan saat berkunjung ke Banyuwangi," ucap Ipuk.

 

EDITOR: Diar Candra