JawaPos.com - Perbedaan asal daerah dan latar belakang tidak menjadi penghalang bagi masyarakat Sumenep untuk menikmati satu pertunjukan yang sama. Festival Musik Tongtong justru menjadi ruang pertemuan yang mempertemukan berbagai kalangan dalam suasana kebersamaan.
Kesenian tradisional tersebut dinilai memiliki daya tarik yang mampu menyatukan masyarakat. Penonton dari berbagai wilayah berbaur menikmati tabuhan musik yang menjadi ciri khas kebudayaan Madura.
Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo menyampaikan, kegiatan budaya memiliki peran penting dalam memperkuat hubungan sosial di tengah masyarakat. Festival tongtong menjadi salah satu wadah untuk membangun kebersamaan melalui kecintaan terhadap kesenian daerah.
"Tongtong ini bukan hanya tentang musik. Ada kebersamaan, kekompakan, dan semangat masyarakat yang tercermin di dalamnya," ungkapnya.
Menurutnya, keterlibatan kelompok musik dari berbagai wilayah menunjukkan bahwa kebudayaan dapat menjadi jembatan yang mempererat hubungan antarmasyarakat. Kegiatan tersebut juga memberikan ruang bagi masyarakat untuk saling mengenal dan menghargai kreativitas kelompok seni yang memiliki karakter berbeda.
Fauzi menilai, nilai kebersamaan yang tumbuh dalam festival perlu terus dijaga. Sebab, kekuatan sebuah daerah tidak hanya ditentukan oleh pembangunan fisik, tetapi juga oleh hubungan sosial yang harmonis di tengah masyarakat.
"Melalui kegiatan seperti ini, kita ingin masyarakat terus menjaga kekompakan. Budaya menjadi salah satu sarana untuk mempererat persaudaraan," katanya.
Dia berharap, Festival Tongtong dapat terus menjadi ruang interaksi positif bagi masyarakat. Dengan begitu, kegiatan tersebut tidak hanya meninggalkan kesan melalui kemeriahan pertunjukan, tetapi juga memperkuat rasa memiliki terhadap daerah