JawaPos.com - Pemulihan masyarakat terdampak gempa bumi magnitudo 7,7 di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), masih berlangsung lebih dari sebulan setelah bencana terjadi.
Data Pemerintah Provinsi NTT per 15 September 2026 mencatat 120 orang meninggal dunia, 1.191 orang luka-luka, 136.642 warga mengungsi, serta sedikitnya 86.018 rumah mengalami kerusakan.
Kerusakan juga terjadi pada fasilitas publik. Pemerintah Provinsi NTT mencatat 573 fasilitas kesehatan, 2.240 fasilitas pendidikan, 535 rumah ibadah, dan 566 perkantoran terdampak. Data tersebut masih dalam proses verifikasi karena laporan kerusakan terus diperbarui. Tujuh kabupaten di Flores terdampak gempa, yakni Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka.
Baca Juga: BNPB: 94 Warga NTT Meninggal di Pengungsian Bukan Dampak Langsung Gempa, tapi Riwayat Sakit Lama
Jumlah korban meninggal juga mengalami perubahan seiring proses verifikasi. BNPB sebelumnya mencatat 142 orang meninggal dunia, tetapi kemudian menjelaskan bahwa 94 di antaranya bukan meninggal akibat trauma fisik langsung dari gempa. Berdasarkan verifikasi bersama BNPB dan Kementerian Kesehatan, sebagian besar korban tersebut merupakan kelompok lanjut usia dengan komplikasi penyakit kronis.
Di tengah proses pemulihan tersebut, kebutuhan masyarakat terhadap bantuan dasar masih berlangsung. Bantuan untuk kebutuhan sanitasi, misalnya, masih disalurkan pada September karena sejumlah lokasi pengungsian menghadapi keterbatasan fasilitas air bersih dan mandi, cuci, kakus (MCK).
Melihat kondisi tersebut, inDrive menyalurkan donasi dan bantuan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak gempa melalui mitra kemanusiaan Human Initiative (Yayasan Pos Keadilan Peduli Ummat). Bantuan diprioritaskan bagi masyarakat di Mauponggo dan Aesesa, Kabupaten Nagekeo, serta Kabupaten Manggarai dan Kabupaten Manggarai Timur.
Baca Juga: Donasi untuk Korban Gempa NTT Terus Berdatangan, Sentuh Kebutuhan Pendidikan
Country Manager inDrive Indonesia Rio Aristo mengatakan dukungan dalam situasi bencana perlu memastikan bantuan dapat menjangkau masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
“Bagi kami, membantu bukan hanya tentang memberikan bantuan, tetapi juga tentang memastikan dukungan tersebut dapat sampai kepada mereka yang benar-benar membutuhkannya. Kami berharap bantuan yang disalurkan melalui Human Initiative (Yayasan Pos Keadilan Peduli Ummat) dapat memberikan manfaat dan menjadi bagian dari upaya masyarakat untuk bangkit dan kembali menjalani kehidupan mereka.”
Baca Juga: Pemkot Surabaya Pasang Alat Deteksi Gempa Untuk Antisipasi Seser Aktif
Global Fundraising and Customer Relations Manager Human Initiative Arief Rachman Pratama mengatakan dukungan berbagai pihak dibutuhkan untuk membantu masyarakat terdampak, terutama di wilayah yang masih menghadapi keterbatasan akses bantuan.
“Kami mengapresiasi dukungan dan kepercayaan inDrive untuk bersama-sama membantu masyarakat terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur. Melalui kolaborasi ini, kami akan berupaya memastikan bantuan dapat disalurkan secara tepat sasaran kepada masyarakat di wilayah prioritas, sesuai dengan kebutuhan yang ada di lapangan. Kami berharap dukungan ini dapat membantu memenuhi kebutuhan masyarakat sekaligus mendukung proses pemulihan mereka secara bertahap,” katanya.
Bantuan tersebut diharapkan dapat mendukung kebutuhan masyarakat di wilayah prioritas sekaligus menjadi bagian dari proses pemulihan pascabencana yang masih berlangsung di Flores.