JawaPos.com - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperbarui data korban hilang pasca galodo di Solok, Sumatera Barat (Sumbar), pada Senin malam (21/9). Tim SAR Gabungan telah menemukan 1 orang dalam keadaan meninggal dunia dan 1 lainnya masih dalam proses pencarian.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan menyampaikan bahwa data pukul 18.45 WIB pada Selasa (22/9) mencatat 1 korban meninggal dunia dan 1 korban lainnya masih berstatus hilang.
”Selain itu, 1 warga mengalami luka berat dan 3 warga mengalami luka ringan,” imbuhnya.
Baca Juga: 4 Zodiak dengan Time Management Terbaik, Pandai Mengatur Waktu dan Tenggat Pekerjaan
Data dari otoritas di Solok juga mencatat ada 9 kepala keluarga (KK) atau 32 jiwa mengungsi akibat kejadian tersebut. Pengungsian sementara berada di Mapolres Solok, Rumah Dinas Wakil Bupati Solok, dan Kantor DPD Partai Golkar Kabupaten Solok.
”Dari sisi kerusakan, sekitar 100 unit rumah terdampak. Banjir bandang juga menyebabkan kerusakan pada sejumlah fasilitas dan bangunan, meliputi 2 kantor pemerintahan rusak berat dan 9 kantor pemerintahan rusak ringan,” jelasnya.
Tidak hanya itu, 1 fasilitas kesehatan turut terdampak. BNPB juga melaporkan 1 jembatan yang berada di jalur utama Arosuka putus. Sementara kerusakan lahan pertanian masih dalam pendataan. Di luar itu, sebanyak 21 unit mobil dan 7 unit sepeda motor dilaporkan terdampak.
”Tim gabungan melakukan evakuasi, pencarian korban, pendataan dampak, serta pembersihan material lumpur yang menutupi badan jalan,” jelasnya.
Untuk mendukung penanganan di lapangan, UPT BNPB di Kota Padang bergerak menuju Kabupaten Solok dengan membawa dukungan logistik berupa 100 kilogram beras, 50 paket sembako, 5 dus minyak goreng, 10 dus sarden, sekitar 100 selimut, dan 20 dus air mineral.
”BPBD Kabupaten Solok masih melakukan penanganan dan pendataan di lokasi kejadian. BNPB bersama pemerintah daerah dan unsur terkait terus berkoordinasi untuk mempercepat penanganan dampak banjir bandang serta memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak,” pungkasnya.