← Beranda
Galodo di Solok Dipicu Hujan 3 Hari: 4 Orang Luka, 11 Kantor Rusak
Bayu Putra• Selasa, 22 September 2026 | 20.27 WIB
Kondisi sejumlah titik di Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok, dipenuhi lumpur dan material bawaan galodo, Senin malam (21/9/2026). (Padang Ekspres)

JawaPos.com - Banjir bandang atau galodo di Gunung Talang, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, pada Senin (21/9) malam pukul 19.50 WIB berawal dari hujan deras selama tiga hari berturut-turut.

Bencana ini mengakibatkan empat warga luka-luka, 28 kendaraan rusak, 11 kantor pemerintah terdampak, serta 32 jiwa terpaksa mengungsi.

Bencana galodo melanda sejumlah kawasan, meliputi Bandar Baliang, Jorong Kayu Aro, Nagari Batang Barus, hingga Nagari Koto Gaek Guguk.

Tim gabungan segera menyisir lokasi dan melakukan evakuasi begitu menerima laporan dari staf Dinas PUPR dan BKD. 

Baca Juga: Akses Solok-Padang Lumpuh Total Diterjang Galodo, Kantor Bupati Terendam

Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Solok Nopelius menjelaskan, tingginya curah hujan menjadi pemicu utama luapan banjir bandang tersebut.

"Banjir bandang terjadi akibat curah hujan tinggi yang berlangsung sejak Sabtu. Tim gabungan langsung bergerak melakukan penyisiran dan evakuasi begitu laporan diterima dari staf Dinas PUPR dan BKD,' ujar Nopelius, sebagaimana dilansird ari padang ekspres (JawaPos Group), Selasa (22/9).

Korban Luka dan Fasilitas Publik Rusak

Terjangan air bah dan material galodo mengakibatkan sedikitnya empat orang warga mengalami luka-luka.

Seluruh korban langsung mendapatkan penanganan medis secara intensif di fasilitas kesehatan terdekat.

"Dari empat korban luka, tiga orang kami rawat di RSUD Arosuka dan satu orang dirujuk ke SPH Padang karena membutuhkan penanganan medis lebih lanjut," kata Nopelius.

Baca Juga: Galodo Lumpuhkan Akses Solok-Padang, Pengendara Dialihkan via Padangpanjang

Tak hanya menelan korban luka, galodo juga merusak fasilitas perkantoran milik Pemerintah Kabupaten Solok.

Data BPBD mencatat setidaknya 11 gedung instansi pemkab Solok mengalami kerusakan.

Di antaranya DPMN, DPUPR, Dinas Pariwisata, BKPSDM, Dinas Kesehatan, Dinas Pertanian, Pos Damkar, Labor PU, Ruang Sidang DPRD, Inspektorat, dan Setwan.

Kerugian materiil juga menimpa sejumlah aset milik warga. Sebanyak 28 unit kendaraan dilaporkan rusak diterjang arus deras, yang terdiri dari 21 unit mobil dan tujuh unit sepeda motor.

Puluhan Warga Mengungsi ke Rumdin Wabup

Akibat pemukiman dan lingkungan sekitar terdampak material banjir, sebanyak sembilan kepala keluarga (KK) dengan total 32 jiwa terpaksa mengungsi ke lokasi yang lebih aman.

Baca Juga: Banjir Bandang Melanda Solok, Legislator Minta Keselamatan Warga Jadi Prioritas Penanganan

Sebanyak delapan KK atau 26 jiwa kini menempati area rumah dinas Wakil Bupati Solok. Sementara itu, satu KK yang terdiri dari enam jiwa memilih mengungsi di lingkungan RSUD Arosuka.

"Pendataan dampak dan penanganan darurat masih terus berlangsung hingga saat ini. Kami memastikan seluruh warga terdampak mendapat pendampingan," tutur Nopelius.

Saat ini, BPBD Kabupaten Solok mencatat beberapa kebutuhan logistik mendesak untuk para pengungsi, meliputi selimut, sembako, makanan siap saji, serta perlengkapan khusus perempuan dan bayi.

Operasi Gabungan dan Imbauan Waspada

Proses evakuasi dan penanganan darurat di lapangan melibatkan tim gabungan lintas instansi.

Personel yang dikerahkan terdiri dari BPBD Kabupaten Solok, Damkar, Brimob Dharmasraya, Poldam, PMI Kabupaten Solok, Basarnas, TNI Kodim 0309, Polres Solok Arosuka, BIN, I-DERU, KSR PMI Unit UNP, serta jajaran SKPD Pemkab Solok.

Baca Juga: Akses Jalan Solok-Padang Terputus Akibat Diterjang Banjir Bandang

Aksi tanggap darurat ini juga dibantu langsung oleh warga dan pemuda setempat dari Nagari Batang Barus serta Koto Gaek Guguk.

Mengingat potensi cuaca ekstrem yang masih dapat terjadi, BPBD mengimbau masyarakat di kawasan rawan untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan.

"Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan selalu mengikuti arahan petugas di lapangan demi keselamatan bersama," tegas Nopelius.

Hingga Selasa, koordinasi pembersihan material, verifikasi data kerusakan, dan penyaluran bantuan logistik terus berjalan intensif di lokasi terdampak.

Baca Juga: Banjir Bandang Terjang Arosuka Solok, Kantor Pemerintahan dan Rumah Warga Terdampak

EDITOR: Bayu Putra