JawaPos.com – Video seorang guru yang memprotes imbauan agar makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) diperiksa sebelum dikonsumsi viral di media sosial.
Dalam video yang diunggah akun Instagram @reset.feeds, Senin (21/9), guru tersebut mempertanyakan imbauan kepada guru untuk mengecek makanan MBG, termasuk dengan mencium atau mengendus makanan sebelum disantap siswa.
“Ada yang bilang, ini MBG harus dicium-cium dulu, diendus-endus dulu katanya. Ada yang bilang gitu coba, ini sebanyak gini harus diendus-endus semuanya,” ujar guru tersebut dalam video.
Ia kemudian mempersoalkan beban tambahan yang muncul jika guru harus melakukan pemeriksaan makanan secara langsung sebelum kegiatan belajar mengajar.
Baca Juga: Analisa Drone Emprit: Sentimen Negatif MBG Capai 76,6 Persen
Bahkan, guru itu mengibaratkan tugasnya yang berganti dari pengajar menjadi tukang endus MBG.
“Jadi tiba-tiba berubah fungsi guru jadi anjing pelacak sekarang. Ini berapa biji ini, kita mau ngajar bukan mau jadi tukang endus-endus MBG,” katanya.
Menurutnya, tugas tersebut dikhawatirkan mengganggu kegiatan belajar mengajar di sekolah. “Enggak ngajar dong kalau kayak gini,” lanjutnya.
Hingga berita ini ditayangkan, video tersebut telah ditonton hingga lebih dari 392.000 kali, disukai lebih 22.000 dan menuai hingga 3.481 komentar netizen.
Sebelumnya, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono memang menginstruksikan guru untuk ikut menyantap menu MBG bersama siswa di sekolah.
Baca Juga: Viral Pegawai BGN Sindir Korban Keracunan MBG Sambil Makan Chicken Katsu
Kebijakan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat pengawasan keamanan pangan sekaligus menjadikan kegiatan makan sebagai sarana edukasi bagi siswa.
Sudaryono mengatakan, ruang kelas tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga dapat dimanfaatkan untuk mengajarkan adab makan, kedisiplinan saat mengantre, hingga menjaga kebersihan.
"BGN menginstruksikan Bapak/Ibu Guru ikut menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) bersama para siswa di sekolah. Ruang kelas harus menjadi ajang edukasi adab, kedisiplinan antre, dan kebersihan," tulis keterangan Sudaryono melalui akun instagramnya @sudaru_sudaryono, Senin (10/8).
Menurut dia, keikutsertaan guru dalam menyantap makanan MBG juga memiliki fungsi penting dalam memastikan makanan yang diberikan kepada siswa layak dikonsumsi.
“Lebih dari itu, guru adalah penguji organoleptik terakhir. Jika makanan dirasa tidak layak, wajib hukumnya tidak dibagikan ke siswa,” tegasnya.
Baca Juga: Usai Sindir Korban Keracunan MBG di Karo, Pegawai SPPG di Bantul Dipecat